JK Usul Investasikan Dana Haji di Sektor Infrastruktur hingga Beli Lahan Sawit

Oleh Merdeka.com pada 12 Des 2018, 16:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla Buka Pameran Alutsista Indo Defence 2018

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengusulkan dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) diinvestasikan di sektor infrastruktur di Indonesia.

Rencananya BPKH berinvestasi di bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi. Penjajakan telah dilakukan dan investasi akan dimulai tahun depan.

JK  mengatakan, BPKH bisa investasi bukan hanya pada bidang urusan haji, tapi juga bidang lainnya. Karena menurut dia jika investasi dilakukan di bidang perhotelan, transportasi dan katering di Arab Saudi, itu hanya bisa dimanfaatkan selama tiga bulan saat musim haji.

"Ini yang harus serius dibicarakan, investasi jangka panjang apa yang bisa dilakukan," ujar dia saat membuka rapat kerja BPKH di auditorium Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Dia mengingatkan puluhan tahun silam juga pernah dilakukan investasi dana haji dengan membeli kapal. Namun, kemudian rugi karena kapalnya hanya dipakai dalam waktu tiga bulan.

Jusuf Kalla juga menambahkan, jika dana yang dikelola BPKH diinvestasikan dalam bentuk deposito, maka akan kalah dari inflasi. Menurut dia, dana haji bisa digunakan untuk membangun jalan tol atau juga membeli lahan sawit di Sumatera.

"Investasi harus lebih hati-hati. Kalau pengalaman kita investasi jangka panjang akan menambah terus. Dana haji bisa untuk beli kebun sawit di Sumatera, tol, atau listrik. Semua bisa," ujar dia.

 

Reporter: Hari Ariyanti

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

Agar Tak Tergerus Inflasi

Ratusan jamaah haji asal Indonesia tengah mengantri sesaat sebelum naik pesawat. Garuda Indonesia mengaku, sudah menyelesaikan penerbangan haji dengan jumlah jamaah 107.959 orang.
Maskapai plat merah Garuda Indonesia, mengaku telah menyelesaikan fase keberangkatan penerbangan haji dengan menerbangkan sebanyak 107.959 jemaah calon haji.

BPKH, kata JK, adalah lembaga keuangan atau bisnis, bukan lembaga agama sehingga pimpinannya pun bukan dari kalangan kiai. Karena itulah menurut dia BPKH harus berani berinvestasi.

"Jadi intinya ialah bagaimana me-manage dana yang besar ini agar tidak tergerus oleh inflasi dan nilai tukar," ujar dia.

"Kenapa ini Ketuanya Pak Anggito, bukan kiai atau ustadz siapa, gitu kan. Jadi memang ini didesain untuk dipimpin oleh pimpinan yang berani berinvestasi," lanjutnya.

Menanggapi usulan Wapres JK, Kepala Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan, pihaknya akan mengkaji seluruh usulan investasi. Saat ini yang sedang direncanakan ialah investasi perhotelan, tranportasi dan katering di Arab Saudi. Pembicaraan dengan pihak Arab Saudi juga telah dilakukan.

"Kita akan mengkaji seluruh kemungkinan dari pilihan pilihan investasi. Kita terima (usulan Wapres JK) sebagai masukan," kata Anggito.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓