Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Banten Stabil

Oleh Yandhi Deslatama pada 11 Des 2018, 15:00 WIB
Diperbarui 11 Des 2018, 15:41 WIB
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Jakarta Naik 21 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan bahwa harga bahan pokok di Kota Serang, Banten, stabil, jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru Ini. Kepastian tersebut setelah dilakukan inspeksi di beberapa pasar tradisional.

Direktur Jenderal Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustine menjelaskan, secara umum harga bahan pokok cukup terjangkau dan stabil.

"Dalam artinya tidak mengalami kenaikan antara bulan lalu atau minggu lalu dan tidak melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi) yang ditetapkan pemerintah," kata dia saat mengecek harga di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, Selasa (11/12/2018).

Berdasarkan pantauan Srie, harga beras medium dijual Rp 9.500 per kilogram (kg). Tak berbeda jauh dengan harga normal di angka Rp 9.000 per kg. Lalu beras premium tidak mengalami perubahan harga atau  tetap berada di kisaran Rp 10 ribu per kg.

Sedangkan harga telur ayam, dari Rp 25 ribu per kg hanya naik menjadi Rp 26 ribu per kg. "Telur dan ayam, ada sedikit kenaikan, tapi masih ada toleransi," terangnya.

Lalu harga bawang merah dipatok Rp 28 ribu per kg. Cabai merah biasa seharga Rp 28 ribu dan cabai keriting Rp 32 ribu per kg.

Bulog Sub Divre Serang menyalurkan beras ke pasaran mencapai dua ton setiap hari. Sehingga ketersediaan tetap terjaga di masyarakat.

 

2 of 3

Janji Kemendag

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Telur di Jakarta Naik 21 Persen
Pedagang menjual telur ayam di pasar tradisional di Jakarta, Kamis (6/12). Di tingkat pengecer, harga telur ayam mencapai Rp 28.000/kg. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kemendag pun berjanji jelang Natal dan Tahun Baru, ketersediaan bahan pokok di pasaran akan tetap terjaga, sehingga tidak terjadi lonjakan kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok.

"Saya memantau dan memandu akan data, dari kenaikan rata-rata 0,40 persen saja. Kita akan minta Bulog suplay terus ke pasar," jelasnya.

Pedagang beras mengaku kenaikan harga terjadi karena belum memasuki masa panen. Namun, pembeli tidak mengeluhkan kenaikan harga yang di anggap masih wajar.

"Naik enggaknya, enggak tentu, tergantung masa panen, stock nya lagi susah, karena belum ada panen. Pembeli mah gimana yah, dibeli aja (harga) naik juga," kata Ani, pedagang beras di PIR, Kota Serang, Banten

Sedangkan pedagang telur mengaku, mendapatkan pasokan dari Jakarta. Namun jika sedang kesulitan pasokan, maka mengandalkan stok telur lokal, dari Kelurahan Cikulur, Kota Serang, Banten.

"Cuaca ujan, telur bekurang produksinya, kadang kendala diperjalanan. Dari lokal Cikulur juga ada," kata Aminullah, pedagang telur ditempat yang sama.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by