Pertamina Operasikan SPBU Pesawat di 2 Bandara Kalimantan Timur

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 11 Des 2018, 09:31 WIB
Diperbarui 11 Des 2018, 11:16 WIB
Jasa Pengantar BBM Solusi Jitu Kendaraan Mogok Saat Mudik Lebaran

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) meningkatkan pelayanan dan ketahanan stok bahan bakar jenis avtur di bandara baru di Provinsi Kalimantan Timur, dengan mengoperasikan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU).

General Manager Pertamina MOR VI Boy J. Lapian‎ menyebutkan, DPPU yang beroperasi di dua bandara yaitu, Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Kota Samarinda dan Bandara Kalimarau di Kota Berau.

Dia mengatakan, proyek pembangunan DPPU APT Pranoto ini dilaksanakan seiring dengan rencana pemerintah, untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara di Kota Samarinda dan sekitarnya, melalui pembangunan Bandara APT Pranoto yang lebih modern dan dapat menampung lebih banyak penumpang menggantikan Bandara Temindung.

"Pokok-pokok perjanjian dengan UPBU APT Pranoto tertuang dalam surat perjanjian No. PPJ-807/F16400/2018-S5 Tanggal 09 Oktober 2017 Tentang Pekerjaan Pembangunan Sarfas Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Samarinda Baru," kata Boy, di Jakarta‎, Selasa (11/12/2018).

Menurut Boy, Kerjasama yang baik antara Pertamina, Pemerintah Kalimantan Timur dan Pihak UPBU APT Pranoto, menjadi wujud sinergi dalam hal pembangunan daerah.

Hal ini sesuai dengan tema HUT Pertamina Ke-61 yakni Sinergi Energi. Melalui tema ini, Pertamina berupaya untuk terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen guna mengantarkan energi ke masyarakat Indonesia.

“Dengan meningkatnya jumlah penerbangan yang dapat dilayani oleh DPPU, tentunya akan menambah geliat ekonomi dan bisnis hingga pariwisata di Kalimantan Timur,” kata Boy.

 

2 dari 2 halaman

Proyek Pengembangan

(Foto: Dok Pertamina)
Pertamina prediksi kenaikan penyaluran avtur sekitar empat persen pada musim haji 2018 (Foto:Dok Pertamina)

Pembangunan DPPU baru ini merupakan bagian dari 11 proyek pembangunan dan pengembangan DPPU yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini Pertamina lakukan guna mendukung program pemerintah dalam modernisasi infrastruktur khususnya pada sektor penerbangan.

Dengan total investasi mencapai Rp 200 miliar, keberadaan DPPU baru ini dapat mendukung operasi dan pertumbuhan lalu lintas udara dari dan ke Kalimantan Timur. Sebelumnya, proyek serupa juga telah diresmikan di Kota Pontianak yakni DPPU Supadio pada 1 Oktober yang lalu.

Boy menjelaskan, saat ini jumlah penerbangan domestik di Bandara APT Pranoto Samarinda telah meningkat dengan dibukanya rute-rute baru dengan tujuan Jakarta dan Berau. Hal ini berbanding lurus dengan kebutuhan bahan bakar penerbanganyang telah meningkat hingga 60 persen dari 3 liter ke 18 ribu liter, sejak dioperasikannya Bandara APT Pranoto pada Mei tahun ini. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2019 dengan estimasi mencapai 30 ribu liter per hari.

"Dengan pertumbuhan penumpang di bandara ini yang diperkirakan akan relatif tinggi, kami optimis keberadaan DPPU baru ini dapat menjawab dan mendukung dinamika tersebut,” pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait