BUMN Diminta Berani Ekspansi ke Luar Negeri

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 09 Des 2018, 14:45 WIB
Diperbarui 09 Des 2018, 14:45 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menerima kunjungan Menteri Perdagangan Dalam Negeri Hal Ehwal Pengguna Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail beserta rombongannya di Kantor Kementerian BUMN pada Senin (26/11). Dok Kementerian BUMN
Perbesar
Menteri BUMN Rini Soemarno. Dok Kementerian BUMN

Liputan6.com, Jakarta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong perusahaan BUMN karya berekspansi ke luar negeri. Salah satu perusahaan yang sudah melebarkan bisnisnya adalah PT Wijaya Karya (Persero).

Rini mengaku terus mendorong BUMN yang bergerak pada bisnis infrastruktur melakukan pelebaran sayap bisnis ke luar negeri.

Ekspansi perusahaan karya ke luar negeri dipelopori PT PP (Persero). Bahkan Wika diketahui sudah mengirim 3.500 pekerja untuk menggarap proyek infrastruktur ke beberapa negara.

‎"Jadi sekarang memang saya dorong Wika tapi juga yang lain. Kalau enggak salah PP juga mulai. Memang pelan pelan ini saya harapkan yang lain juga," kata Rini, saat melepas pekerja Wika mengerjakan proyek di luar negeri, di Kantor Wika, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Rini mengakui, untuk melebarkan saya bisnis ke luar negeri bukan hal yang mudah, sebab perusahaan butuh pengalaman yang cukup. Dia menyebut, hal tersebut sudah dimiliki Wika yang mengirim pekerja ke Aljazair pada tahun ini.

"Memang ekspansi keluar negeri ini tidak semudah yang kita harapakan, memang Wika ini sudah memiliki pengalaman yang sangat cukup," tuturnya.

Rini mengatakan, Indonesia masih membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan. Namun ekspansi ke luar negeri perusahaan karya ‎tidak akan mempengaruhi pemenuhan kebutuhan infrastruktur. Ini karena sumber daya manusia Indonesia masih cukup untuk menggarapnya.

"Tapi tidak kita lupakan juga pembangunan di indonesiapun masih sangat sangat banyak. Jadi kita bagi-bagi yang paling utama adalah Wika. Ini adalah penting untuk kita ekspansi, dan karyawan-karyawan siap,"tandasnya.

2 dari 2 halaman

Menteri Rini Lepas 311 Pekerja Wika Bekerja ke Luar Negeri

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menghadiri upacara pelepasan duta bangsa atau pekerja konstuksi Indonesia PT Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA). Dok Merdeka.com/Dwi Aditya Putra
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menghadiri upacara pelepasan duta bangsa atau pekerja konstuksi Indonesia PT Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA). Dok Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menghadiri upacara pelepasan duta bangsa atau pekerja konstuksi Indonesia PT Wijaya Karya Persero Tbk (WIKA) untuk pengerjaan proyek infrastruktur di beberapa negara seperti Aljazair, Nigeria dan Taiwan.

Dalam sambutannya, Menteri Rini menyampaikan rasa bangga kepada Perseroan yang secara agresif berani melakukan ekspansi hingga ke luar negeri.

Menurutnya, dengan melakukan perluasan, secara otomatis nama baik bangsa Indonesia di mancanegara akan mencuat.

"Saya bangga saudara sekalian mewakili Indonesia bekerja di tempat yang tidak mudah. Semangat dan tunjukan bahwa kita bangsa Indonesia yang hebat di mata dunia," kata Rini dalam sambutannya, di Gedung Wika, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Menteri Rini mengingatkan, para duta bangsa yang nantinya akan diberangkatkan, agar tetap menjunjung tinggi keperibadian bangsa negara Indonesia. Sebab, dimanapun keberadaannya, hal ini menjadi penting untuk semua warga negara Indonesia.

"Bahwa kita satu bangsa aneka ragam budaya dan punya keyakinan neraga berbeda-beda tapi kita selalu rukun. Kita suku ada lebih dari 700, bahasa daerah 1.000. Kita tunjukan bangsa kita selalu rukun dan saling dukung dan menghormati," kata dia.

Terakhir, Menteri Rini pun mengucapkan selamat kepada seluruh duta bangsa. Dirinya pun berharap setelah kontrak kerja di Aljazair selesai kualitas para pekerja kontruksi akan semakin meningkat. "Selamat karena yang terpilih pasti yang terbaik," pungkasnya.

Adapun duta bangsa yang diberangkatkan oleh Perseroan sebanyak 311 pekerja. Jumlah itu terdiri dari tiga negara asal tujuan tersebut.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓