Sektor Saham Konstruksi Angkat IHSG 10,86 Poin

Oleh Agustina Melani pada 07 Des 2018, 16:26 WIB
Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bertahan di zona hijau menjelang akhir pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (7/12/2018), IHSG menguat 10,86 poin atau 0,18 persen ke posisi 6.126,35. Indeks saham LQ45 mendaki 0,06 persen ke posisi 977,59. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Sebanyak 222 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 177 saham melemah dan 129 saham diam di tempat. Pada Jumat pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.141,47 dan terendah 6.103,17.

Transaksi perdagangan saham 350.057 kali dengan volume perdagangan 11,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,7 triliun. Investor asing jual saham Rp 309,91 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 14.471.

Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham keuangan melemah 0,58 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham tambang susut 0,43 persen dan sektor saham infrastruktur melemah 0,34 persen.

Sektor saham konstruksi menanjak 2,32 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham aneka industri menguat 1,38 persen dan sektor saham manufaktur mendaki 0,74 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham SQMI mendaki 24,60 persen ke posisi Rp 785 per saham, saham TFCO menanjak 23,89 persen ke posisi Rp 700 per saham, dan saham KONI menguat 21,51 persen ke posisi Rp 418 per saham.

Selain itu, saham NUSA merosot 25 persen ke posisi Rp 210 per saham, saham YULE tergelincir 19,91 persen ke posisi Rp 173 per saham, dan saham BUVA turun 11,67 persen ke posisi Rp 212 per saham.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng susut 0,35 persen, indeks saham Thailand dan Singapura masing-masing tergelincir 0,14 persen.

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,34 persen, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,82 persen, indeks saham Shanghai menguat 0,03 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 0,79 persen.

 

2 of 2

Awal Sesi, IHSG Sempat Berada di Zona Merah

20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta
Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada awal perdagangan saham Jumat pekan ini. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi 14.553.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat 7 Desember 2018, IHSG merosot 6,54 poin atau 0,11 persen ke posisi 6.108.

Pada pukul 09.00, IHSG susut 2,90 poin atau 0,05 persen ke posisi 6.112,5. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,17 persen ke posisi 975,3. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 36 saham melemah sehingga menekan IHSG. Kemudian 100 saham menguat dan 113 saham diam di tempat. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.116,37 dan terendah 6.1086,79.

Total frekuensi perdagangan saham 4.803 kali dengan volume perdagangan 49,2 juta saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 75,3 miliar. Investor asing beli saham Rp 7,36 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat berada di posisi Rp 14.533.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham keuangan turun 0,39 persen dan sektor konsumsi turun 0,12 persen.

Sektor saham konstruksi tercatat naik 0,46 persen, sektor saham perkebunan naik 0,37 persen dan sektor saham industri dasar menguat  0,30 persen.

Saham-saham yang mendaki antara lain saham MPMX naik 14,91 persen ke posisi Rp 925 per saham, saham ICON menanjak 9 persen ke posisi Rp 108 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tergelincir antara lain saham LPLI merosot 4,76 persen ke posisi Rp 100 per saham, saham PSSI susut 3,29 persen ke posisi Rp 2.553 per saham.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓