Bos Kadin Khawatir Pembunuhan Pekerja Trans Papua Hambat Pembangunan

Oleh Nurmayanti pada 04 Des 2018, 20:17 WIB
Diperbarui 04 Des 2018, 21:17 WIB
APPI, Kadin, Hippi Beri Dukungan Pembiayaan UMKM

Liputan6.com, Jakarta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyesalkan atas terjadinya pembunuhan terhadap 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua. Kadin menilai peristiwa tersebut dikhawatirkan dapat menghambat proses pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di daerah itu.

“Ini teror terhadap pembangunan dan kami mengecam keras terjadinya pembunuhan ini,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, pembunuhan yang terjadi tidak hanya menimbulkan ketakutan tetapi juga kondisi seperti ini akan menghambat proses pembangunan yang sesungguhnya dibutuhkan sekali oleh masyarakat di Papua.

Seperti diketahui, di tengah pesatnya pembangunan yang dilakukan pemerintah dari Sabang sampai Merauke, pembangunan di [Papua]( 3798646 "") mendapat perhatian besar dari Presiden Jokowi.

Keseriusan ini ditunjukan Jokowi yang telah 8 kali mengunjungi Papua dan mempercepat proses pembangunan jalan dan proyek infrastruktur pendukung lainnya.

Dikatakan Rosan, pihaknya juga menghargai kerja cepat pihak kepolisian dan TNI dalam penanganan masalah itu dan berharap secepatnya keadaan dapat kembali kondusif dan memberikan rasa aman bagi para pekerja.

“Kita tentunya sangat berharap peranan TNI dan Kepolisian, sehingga dimanapun bisnis dijalankan, kita bisa mendapatkan rasa aman karena ini juga akan mempengaruhi investasi daerah tersebut” pungkas Rosan.

2 of 2

Ada Penembakan Tak Surutkan Pengerjaan Proyek Trans Papua

KPK Periksa Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi tersangka Bupati Halmahera Timur nonaktif Rudy Erawan di KPK, Jakarta, Senin (14/5). (Merdeka.com/Dwi Narwoko)

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menegaskan, proyek pembangunan Jalan Trans Papua akan terus berlanjut.

Hal itu mengingat adanya insiden penembakan kepada sejumlah pekerja PT Istaka Karya pada proyek Jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua.

"Pembangunan Jalan Trans Papua akan jalan terus. Untuk kasus pembunuhan itu, nanti akan ada tindakan lebih lanjut dari aparat keamanan. Tapi pembangunan lanjut terus," ujar dia di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, lokasi kasus pembunuhan pekerja Istaka Karya ini terletak di Segmen V proyek Jalan Trans Papua ruas Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu sepanjang 278 km. Di ruas tersebut, pemerintah turut menggandeng dua badan usaha yakni PT Istaka Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) dalam membangun sebanyak 35 jembatan.

"Istaka karya ditugaskan bangun 14 jembatan, 11 jembatan sedang dalam pekerjaan. Brantas Abipraya 21 jembatan, 5 jembatan sudah dalam pelaksanan," terang dia.

Untuk lokasi kerja yang menjadi lahan Istaka Karya, Basuki menegaskan itu sebenarnya bukan merupakan titik rawan utama. "Daerah yang rawan sebenarnya ada di daerah Brantas, makanya dihentikan. Belum ada rekomendasi, sehingga belum dikerjakan," sambungnya.

"Di Istaka, di km 103 di kalo Yigi dan Kali Aurak sebenarnya sudah aman. Istaka juga sudah menyatu dengan warga. Menurut informasi Kepala Balai di sana, warga menjamin keamanan pekerja Istaka Karya," dia menambahkan.

Untuk perkembangan proyek, Basuki melaporkan, pembangunan Jalan Trans Papua sudah mencapai 72 persen. Sementara untuk pembangunan jembatan di Segmen V, sambungnya, kini sudah sekitar 70 persen.

"Jembatan-jembatan yang ada di Segmen V progresnya sudah sekitar 70 persen. Jalannya sudah tembus, tinggal jembatan. 14 unit jembatan untuk sementara disetop, tapi tidak menghentikan program pembangunan jalan," tutur dia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by