Menteri PUPR Setop Sementara Proyek Jembatan di Nduga Papua

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 04 Des 2018, 12:09 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konstruksi ruas Tol Salatiga-Kartasura yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo, ditargetkan rampung pada November 2018. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan menghentikan sementara proyek pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Jembatan tersebut termasuk dalam proyek Trans Papua Segmen 5.

"Ditunda untuk yang Segmen V, tetapi sisanya (Proyek Trans Papua) tetap jalan," jelas dia di Kantor Kementerian PUPR, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan pembangunan jembatan tersebut sudah sudah hampir selesai atau sejauh ini sudah mencapai 72 persen.

Untuk diketahui, sebanyak 31 pekerja proyek Istaka Karya yang tengah membangun Trans Papua, yaitu jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Mereka dibunuh lantaran memfoto kegiatan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) KKB yang diselenggarakan tidak jauh dari lokasi proyek.

"Ya itu baru sebatas informasi yang kita dapat dari masyarakat," tutur Wakapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (4/12/2018).

Upacara peringatan HUT KKB digelar pada Sabtu 1 Desember 2018. Kegiatan itu dilakukan di Distrik Mbua. Sementara, Distrik Yigi merupakan distrik yang berbatasan langsung dengan Distrik Mbua dan menjadi akses jalan yang biasa dilalui oleh KKB.

2 of 3

Istaka Karya Kirimkan Tim ke Lokasi Pembunuhan 31 Pekerja Trans Papua

KKB Papua Kembalikan 4 Senjata Api Milik TNI
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) telah mengembalikan senjata api milik yang dirampas dari anggota TNI yang sedang mengawal tim s...

Tragedi penembakan kembali terjadi di Papua, tepatnya di Kali Yigi-Kali Aurak, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga. Setidaknya 31 orang menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu 2 Desember 2018.

Sebanyak 31 orang tersebut merupakan pegawai dari salah satu BUMN, PT Istaka Karya (Persero) yang tengah mengerjakan proyek jembatan Hebema-Mugi.

Atas peristiwa itu, Istaka Karya menyampaikan rasa duka kepada keluarga korban penembakan dan sampai saat ini masih terus mengumpulkan informasi.

"Mohon doanya dari semua atas musibah yang menimpa para pekerja Istaka. Perihal kejadian tersebut kita akan memastikan kejadian peristiwa, adanya korban dan jumlahnya dengan mengambil langkah-langkah koordinasi kepada pihak keamanan terkait karena komunikasi via satelit dengan pekerja proyek terputus sejak hari Minggu," kata Corporate Secretary Istaka Karya Yudi Kristanto kepada Liputan6.com, Selasa (4/12/2018).

Yudi menambahkan, saat ini, perseroan juga sudah memberangkatkan tim gabungan aparat kemanan dan pegawai berwenang Istaka Karya menuju ke lokasi kejadian.

"Direktur Operasi dan Kepala Divisi Operasi langsung menuju ke Wamena hari Senin 3 Desember guna memimpin langkah-langkah koordinasi dan tindak lanjutnya," tambah dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓