5 Pelajaran Sukses dari Pendiri Grab

Oleh Fitriana Monica Sari pada 03 Des 2018, 20:00 WIB
Diperbarui 05 Des 2018, 18:13 WIB
Grab

Liputan6.com, Jakarta - Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan Grab. Grab merupakan perusahaan transportasi terbesar di Asia Tenggara. Saat ini, Grab menjadi andalan banyak orang dalam mobilisasi setiap hari.

Oh iya, sudah tahukah kamu kalau nama awal Grab adalah GrabTaxi? Perubahan nama menjadi Grab karena pendirinya, Anthony Tan ingin perusahaannya mudah diingat oleh semua konsumennya. Dalam mengembangkan bisnisnya, Anthony Tan memulai semuanya dari nol dan melewati perjalanan panjang. Hingga akhirnya bisa berkembang sebesar ini tentu Anthony memiliki kiat-kiat suksesnya.

Beberapa kiat sukses menjalankan bisnis berdasar pengalaman Anthony Tan yang dilansir dari Swara Tunaiku, antara lain:

1. Berani mengambil risiko

Anthony mengajarkan bahwa dengan berani mengambil risiko maka peluang kamu jadi sukses itu lebih besar. Di sini Anthony memutuskan untuk terlepas dari bayang-bayang keluarga dan membuat perusahaannya sendiri.

Anthony sudah tahu kalau mengajarkan sistem transportasi online pada supir itu tidak mudah dan sangat menantang. Mereka bisa jadi menolak untuk terlibat karena tidak memahami bagaimana menjalankan aplikasi. Namun, semua itu tidak menyurutkan tekadnya.

2 of 3

2. Kegigihan

Grab
Ki-ka: CEO Grab Anthony Tan dan CEO Kudo Albert Lucius. (Foto: Grab)

Lewat Anthony, kamu juga belajar arti kegigihan yang sesungguhnya. Tak kenal lelah, Anthony langsung mendatangi tempat-tempat pangkalan untuk memperkenalkan aplikasinya kepada para sopir transportasi.

Mulai dari bandara, mal, pom bensin dan tempat-tempat pangkalan lain hanya untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman pada mereka akan pentingnya teknologi di masa depan. Bahkan, di awal perjalanan Grab, Anthony mencicipi posisi admin call center. Hal ini dilakukannya agar bisa memahami langsung berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan.

Dengan menerima kritik dan saran dari para pengemudi dan konsumen secara langsung, Anthony jadi tahu cara memperbaiki bisnisnya.

3. Selalu menantang diri sendiri

Anthony Tan merupakan sosok yang lahir dalam keluarga pebisnis terkenal di Malaysia. Bayangkan saja, kakeknya, Tan Fuet Yoh memiliki bisnis perakitan dan distribusi mobil Jepang.

Lalu ayahnya, Tan Hew Cheng, pernah masuk ke dalam deretan orang terkaya di Malaysia pada tahun 2015. Ibunya sendiri merupakan salah satu pialang saham yang ternama di negaranya. Namun, sejarah keluarganya ini tidak membuat Anthony ongkang-ongkang kaki mengandalkan bisnis keluarga.

Meskipun berstatus sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara, Anthony tidak pernah bersikap manja. Sebaliknya, dia justru menjadi satu-satunya anak yang bisa berpikir jauh ke depan. Ketika kedua kakaknya masih bergelut di bisnis keluarga, Anthony sudah bisa membangun perusahaannya sendiri.

3 of 3

4. Belajar dari kesalahan

Grab
CEO Grab Anthony Tan bersama dengan Executive Vice Chairman Hyundai Motor Group Eisun Chung. (Foto: Bloomberg New Economy Forum).

Meski sudah sukses, Anthony tetap mengakui bahwa bisnis Grab tidak bisa selamanya berjalan lancar. Contohnya saja di tahun 2013 ketika Grab mulai keluar dari Malaysia dan masuk ke Manila, Filipina.

Saat itu, kondisi manajemen dan perencanaan sangat buruk. Hal itulah yang membuat bisnisnya tidak berjalan lancar di sana. Lebih parahnya lagi sempat terjadi miss-communication yang membuat gaji para mitra pengemudi tidak dibayarkan selama sebulan.

Sisi baiknya, Anthony selalu belajar dari kesalahan. Dia terus belajar dari kesalahan hingga sekarang. Menurut Anthony sendiri hal ini seperti wakeup-call, membuatnya terbangun dan tidak boleh cepat puas.

5. Kepedulian pada lingkungan sekitar

Agar bisnis bisa diterima oleh masyarakat luas, kamu harus benar-benar tahu apa yang dibutuhkan dan digunakan masyarakat setiap harinya.

Jika kamu hanya berdiam diri di rumah dan bersantai di depan mesin pencari google, kamu tidak akan menemukannya. Kamu harus benar-benar turun langsung ke lapangan.

Inilah yang dilakukan oleh Anthony Tan. Saat dia turun langsung ke lapangan, dia melihat ada banyak permasalahan yang terjadi dalam dunia transportasi umum. Contohnya saja argo yang dimainkan oleh para sopir dengan menempuh jalan yang memutar.

Selain itu juga soal keamanan. Melalui Grab, Anthony menunjukkan kepeduliannya akan permasalahan tersebut. Lewat bisnisnya ini dia memberikan solusi di mana kamu bisa tahu argo taksi di awal dan merasa aman dalam berkendara.

Itu dia 5 hal yang bisa kamu jadikan pelajaran agar bisnis menjadi sukses. Bagaimana, apakah kamu berani keluar dari zona nyaman seperti yang dilakukan Anthony Tan?

Lanjutkan Membaca ↓