Kebutuhan Warga Belum Besar, Operasi Pasar Bulog di Bawah Target

Oleh Merdeka.com pada 27 Nov 2018, 19:45 WIB
Diperbarui 27 Nov 2018, 20:17 WIB
Budi Waseso Cek Harga Beras

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Budi Waseso, mengakui hasil operasi pasar (OP) beras yang dilakukan Bulog masih berada di bawah target yang diinginkan pemerintah. Di mana pemerintah mematok target untuk OP sebesar 15 ribu per ton per hari, namun Perum Bulog hanya mampu menggelontorkan sebanyak ribuan ton saja.

"Sebenarnya kami sebanyak-banyaknya, hasil ratasnya kami diperintahkan untuk sehari 15 ribu. Tapi realisasi penyalurannya sampai hari ini bisa 3.000 saja, 3.000 per hari seluruh Indonesia," kata Buwas sapaan akrabnya, saat ditemui di Kementerian Koodinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Buwas mengatakan ketidakcapaian tersebut dikarenakan serapan pasar masih rendah. Selain itu, kebutuhan masyarakat sendiri dinilainya masih belum begitu banyak untuk beras medium, sehingga membuat Perum Bulog kesulitan untuk OP.

"Sedangkan OP kami enggak hanya di pasar-pasar, di luar pasar, di perumahan, dengan mobile, itu kami lakukan, cuma kan itu enggak tercatat," imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional tersebut juga mengatakan, OP sendiri telah dilakukannya semenjak dirinya menjabat sebagai Direktur Perum Bulog.

OP dilakukan, kata dia, bukan semata-mata pada saat harga di pasaran mulai bergejolak namun lebih dari itu, yakni melihat pergerakan harga di pasar secara nasional.

"Semenjak saya jadi Dirut Bulog saya selalu melakukan OP, karena saya mengikuti fluktuasi harga beras melalui data yang dievaluasi oleh BI (Bank Indonesia) setiap hari, nah itu seluruh Indonesia, jadi di kala ada satu daerah di Indonesia yang cenderung naik, khususnya beras medium, kita langsung intervensi," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Bulog: Stok Beras Saat Ini Capai 2,7 Juta Ton

Peluncuran Operasi Pasar di Pasar Induk Cipinang
Kualitas beras jenis medium saat Operasi Pasar Beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (22/11). Perum Bulog dan PT Food Station mulai menguyurkan beras kualitas premium ke pasaran seharga Rp 8.500 per kg. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Bulog mencatat stok beras Indonesia di gudang milik perseroan saat ini mencapai 2,7 juta ton. Beras ini berasal dari pengadaan dalam negeri sebesar 950 ribu ton dan impor sebesar 1,85 juta ton.

"Dengan adanya pengadaan luar negeri yang sekarang masuk ini, kurang lebih stok Bulog mendekati nanti kalau total semua sama impor masih di atas 2,5 juta ton, jadi hampir 2,7 juta ton," ujar Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar pada Selasa 24 Oktober 2018.

Bachtiar menjelaskan, impor sebanyak 2 juta ton yang disetujui pada rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada awal tahun tidak seluruhnya dimasukkan ke dalam negeri. Hal ini karena stok pengadaan dalam negeri telah mencukupi.

"Impor sudah diputuskan melalui rakortas yang dipimpin oleh Menko Perekonomian (Darmin Nasution) jadi yang masuk 1,85 juta bukan 2 juta. Ini prosesnya sedang berjalan. Kami sudah hampir 1,5 juta ton ini sudah masuk gudang. Dan sebagian masih dalam pengangkutan masuk gudang," jelasnya.

Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan, stok pengadaan dalam negeri masih akan terus bertambah. Saat ini, 950 ribu ton stok beras terdiri dari beras jenis premium sekitar 150 ribu ton dan 800 ribu ton merupakan beras jenis medium.

"Pengadaan dalam negeri yang ada di Bulog sekarang kurang lebih masih ada 800 ribu ton. Ini pengadaan dalam negeri. Terus berikutnya, stok beras premium juga punya. Beras premium, sekitar 150 ribu ton. Nah ini, berbentuk beras premium. Jadi sebenarnya, untuk stok dalam negeri kita ya beras premium medium kurang lebih hampir 950.000 ton atau setara hampir mendekati 1 juta," jelasnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓