Jokowi Beberkan Infrastruktur yang Bakal Diresmikan Desember 2018

Oleh Septian Deny pada 27 Nov 2018, 11:35 WIB
Diperbarui 27 Nov 2018, 19:16 WIB
Jokowi Bicara Dana Desa kepada Aparatur Pembina Pemerintah se-Jateng

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, sejumlah proyek infrastruktur akan diresmikan dan mulai beroperasi di akhir 2018. Adanya proyek-proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2019.

Untuk infrastruktur jalan, ada bulan depan akan tol Jakarta hingga Surabaya akan tersambung. Sedangkan hingga Banyuwangi ditargetkan selesai di akhir 2019.

"Awal bulan depan resmikan infrastruktur yang dibangun empat tahun ini. Desember, tol Jakarta-Surabaya tersambung. Banyuwanginya akhir 2019," ujar dia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Kemudian di Sumatera, infrastruktur tol Bakauheni-Terbanggi Besar juga akan diresmikan pada bulan depan. Sementara untuk Bakauheri-Palembang ditargetkan selesai Juni 2019.

"Trans Sumatera Bakauheni-Terbanggi Besar diresmikan Desember ini. Bakauheni-Palembang 350 km Insya Allah nanti saya tanya ke kontraktornya katanya Juni. Saya tawar mbok April. Mbok agak maju sedikit ke April biar ada manfaat. Jangan ke mana-mana. Biar bisa Lebaran dari Jakarta ke Palembang. Bukan Pemilu. Tapi itu juga," jelas dia.

 

2 of 3

Pelabuhan dan Bandara

Hari Kemerdekaan RI ke 72
Suasana upacara bendera HUT RI ke 72 di proyek pembangunan dermaga Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, (17/8). Tiga perusahan BUMN Pelindo I, PT PP dan Waskita Karya mengikuti upacara bendera di HUT RI. (Liputan6.com/Pool)

Untuk pelabuhan, pada akhir tahun ini juga akan diresmikan Pelabuhan Kuala Tanjung. Proyek pelabuhan lain akan menyusul diresmikan pada 2019.

"Kami juga akan lihat nanti di akhir 2018 ini Pelabuhan Kuala Tanjung selesai. Makassar New Port Januari 2019 selesai," kata dia.

Sementara untuk bandara, Jokowi masih menunggu pembangunan landasan pacu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Dengan tambahan landasan pacu ini maka maskapai tidak perlu lagi mengantre untuk bisa terbang atau mendarat dari dan ke bandara tersebut.

"Ini sebetulnya saya tunggu runway ketiga Soetta. Tapi karena sedikit terhambat mungkin di pertengahan 2019. Karena kami rasakan mau naik saja tunggu 30 menit. Turun juga muter-muter di atas. Sehingga permintaan slot pesawat datang ke Indonesia terlambat semuanya, kata dia. 

"UEA mau ke Jakarta, China juga enggak bisa buka. Thailand juga enggak bisa berikan karena slotnya tidak ada sehingga keterlambatan infrastruktur seperti ini saya sampaikan. Dan Menteri PU, Menteri BUMN kejar cepat selesaikan, enggak bisa nunggu-nunggu," tandas dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓