Berdesain Futuristik, Menara ATC Baru Balikpapan Segera Diuji Coba

Oleh Liputan6.com pada 01 Des 2018, 18:21 WIB
Diperbarui 03 Des 2018, 15:59 WIB
AirNav Indonesia membangun Menara Air Traffic Controller (Menara ATC) baru di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Balikpapan.

Liputan6.com, Balikpapan - AirNav Indonesia membangun Menara Air Traffic Controller (Menara ATC) baru di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Balikpapan. Menara baru setinggi 53,6 meter, dua kali lipat dari tinggi tower sebelumnya, terlihat lebih futuristik dengan konstruksi beton.

Menara baru yang terdiri dari sembilan lantai itu memiliki jangkauan pandang lebih bebas, tidak terhalang bangunan di sekitarnya. Fasilitas di dalam menara juga dilengkapi ruang istirahat petugas, ruang rapat, kabin yang luas, rumah pembangkit hingga fasilitas pengelolaan air bersih.

"Sekarang semua sisi udara Bandara Balikpapan terlihat dari tower. Bahkan kalau nanti Terminal akan dikembangkan bahkan bila runway pun ditambah, tower ini sudah mengantisipasinya," kata Manager Humas Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) Yohanes Sirait di Balikpapan, Sabtu (1/12/2018).

Pembangunan tower baru AirNav Cabang Balikpapan yang dikerjakan setahun terakhir sepaket dengan pembangunan tower baru Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Total nilai investasinya sekitar Rp 100 miliar karena tidak hanya gedung, seluruh peralatan di dalam tower juga baru.

Setelah tower rampung, AirNav juga akan membangun gedung administrasi dan gedung operasional di bawah tower baru.

"Ke depan, rencananya AirNav Cabang Balikpapan akan menggabungkan ruang udara di wilayah Banjarmasin (Kalsel), Pangkalan Bun (Kalimantan Tengah), Tarakan (Kaltara), Samarinda dan Berau yang ketinggiannya di bawah 24.500 kaki," jelasnya.

Menurut Yohanes, hal itu merupakan bagian dari perencanaan klasterisasi ruang udara dengan kontrol dipusatkan di Balikpapan.

Tower baru AirNav Cabang Balikpapan dijadwalkan shadow operation pada Desember 2018 ini. "Ini pertimbangan efisiensi. Mungkin pertengahan atau akhir Desember ini," ujarnya. (Dini Mutiah)

 

2 of 2

Upaya Pembaruan

Yohanes menjelaskan, pembangunan menara ATC baru dilatari pengoperasian terminal baru Bandara Internasional SAMS Sepinggan pada September 2014 lalu. Hal itu mengganggu jarak pandang petugas ATC AirNav Cabang Balikpapan karena ada sedikit area parkir pesawat yang tidak dapat dilihat dari tower.

Petugas di tower tidak dapat melihat secara langsung seluruh area udara di Bandara karena tower yang berdiri sekitar 30 tahun itu hanya memiliki tinggi 25 meter. Sementara, terminal baru Bandara SAMS Sepinggan yang terdiri dari empat lantai, tingginya hampir 30 meter.

AirNav Cabang Balikpapan kemudian memasang CCTV yang dipantau dari empat monitor di ruang ATC agar petugas melihat seluruh pergerakan pesawat di sisi udara dari bantuan rekaman kamera pengawas (closed circuit television/CCTV). Meski tidak mengurangi kualitas standar pelayanan navigasi, hal itu ternyata berdampak pada efektivitas kerja petugas.

"Kami membangun tower baru, sebab layanan navigasi harus seirama dengan pembangunan bandara. Terminalnya sudah baru dan modern, tentu towernya juga harus menyesuaikan dan mengantisipasi pertumbuhan ke depan," ujar Yohanes.

Lalu lintas pesawat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan yang berkapasitas 5-15 juta penumpang per tahun dianggap masih dalam level sedang oleh AirNav. Dalam satu jam, AirNav Cabang Balikpapan melayani pergerakan 26 pesawat.

Jumlah ini belum maksimal, sehingga masih memungkinkan menambah pergerakan pesawat dari 206 per hari menjadi 400. Dalam setahun terakhir, AirNav Cabang Balikpapan melayani sekitar 270 ribu pergerakan pesawat di langit Kaltim.

"Mengenai kapasitas, ruang peningkatannya masih banyak. Jadi kalau penerbangan terus bertambah, kami sudah siap," ucap Yohanes.

Lanjutkan Membaca ↓