Dana Himpunan Pasar Modal Capai Rp 154,09 Triliun

Oleh Merdeka.com pada 16 Nov 2018, 19:35 WIB
20151117-Pasar-Modal-Jakarta-AY

Liputan6.com, Jakarta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mencatat, total dana yang berhasil dihimpun emiten dari pasar modal (emisi) per 9 November 2018 mencapai Rp 154,09 triliun.

Ini berasal dari initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana maupun penerbitan surat utang (obligasi).

Adapun total jumlah emiten baru per 9 November 2018 tercatat mencapai 54 perusahaan, terdiri dari 50 perusahaan melakukan IPO dan 4 perusahaan menerbitkan obligasi.

"Belum habis tahunnya sudah 54 sampai 9 November walaupun targetnya tidak terlalu tinggi sebetulnya, tapi kita sudah 54 perusahaan," kata Hoesen, di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/11/2018).

Dia juga menjelaskan jumlah emiten baru tercatat semakin meningkat. Emiten yang melakukan IPO misalnya, saat ini jumlahnya telah mencapai 611 perusahaan.

Dia mengungkapkan, pada tahun 2012, jumlah emiten IPO baru sebanyak 28 perusahaan, meningkat menjadi 30 perusahaan di tahun 2013.

Sementara itu, di tahun 2014 jumlahnya menurun menjadi 25 emiten baru. Tahun berikutnya kembali menurun menjadi 21 emiten disusul tahun 2016 dengan jumlah yang sama yaitu 21 emiten.

Target pertumbuhan emiten baru (saham dan obligasi) pada tahun 2017 telah melewati target 21 emiten. "Tahun 2017 46 (emiten baru) saya pikir sudah tinggi banget. Ternyata tahun ini melampaui," imbuh dia.

Dia mengungkapkan, di tahun 2018 jumlah emiten baru sudah jauh melampaui target yaitu 54 emiten per 9 November 2018. Padahal, tahun 2018 masih berjalan. Jumlah tersebut masih akan terus bertambah hingga akhir tahun.

"Di pipeline masih ada beberapa calon emiten lagi," tutupnya.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

BEI Cetak Sejarah Jumlah IPO Terbanyak dalam Setahun

IHSG.
Pekerja berswafoto dengan latar belakan papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak sejarah baru jumlah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam setahun. Di tahun ini tercatat 50 perusahaan melantai di BEI dan merupakan jumlah pencapaian terbanyak BEI semenjak privatisasi pada 1992.

PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) menjadi emiten ke-50 yang tercatat di papan BEI pada tahun ini. Manajemen BEI optimistis jumlah ini akan terus meningkat. Saat ini, masih terdapat 14 perusahaan lagi yang akan IPO di tahun ini.

"Kami berharap akan semakin banyak perusahaan mencatatkan efeknya sebagai pilihan untuk pendanaan jangka panjang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan negara,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jumat (09/11/2018).

Selain pencatatan saham, sepanjang 2018 telah terbit 79 emisi obligasi dan sukuk dengan total nilai emisi sebesar Rp 97,24 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) dengan total nilai emisi Rp 173,78 triliun.

Selain itu juga Exchange Traded Fund (ETF) sebanyak 8 Kontrak Investasi Kolektif dengan total nilai awal penerbitan Rp 53,9 miliar, dan 3 Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai awal penerbitan Rp 3,62 triliun.

BEI berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat melalui berbagai upaya, termasuk berinteraksi dan secara langsung berperan aktif mendatangi kantong-kantong entrepreneur di berbagai daerah di Indonesia.

 

Lanjutkan Membaca ↓