Jeff Bezos Ramal Amazon Bakal Bangkrut

Oleh Siska Amelie F Deil pada 16 Nov 2018, 20:01 WIB
Diperbarui 18 Nov 2018, 09:14 WIB
Jeff Bezos

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai orang terkaya dunia, tentu banyak sekali orang yang ingin mempelajari resep sukses Jeff Bezos. Dalam sebuah rapat, seorang karyawan bertanya pada Bezos tentang masa depan Amazon.

Secara spesifik, maksud pertanyaan tersebut adalah untuk mengetahui pelajaran apa yang didapat Bezos dari kebangkrutan beberapa perusahaan besar sebelumnya. Jawaban Bezos ternyata cukup mencengangkan. Ia memprediksi perusahaannya pun sangat mungkin jatuh bangkrut.

"Amazon tak cukup besar untuk tidak gagal. Faktanya, saya memprediksi, suatu hari Amazon akan tumbang. Amazon akan bangkrut. Kalau kau lihat perusahaan besar lain, kebanyakan bertahan hingga 30-an tahun, bukan lebih dari seabad," terangnya seperti dilansir dari CNBC, Jumat (16/11/2018).

Tak berhenti sampai di situ, Bezos melanjutkan, kunci untuk memperpanjang umur peprusahaan adalah dengan terus terobsesi dengan kebutuhan konsumen. Para karyawan juga harus berhenti untuk menduga-duga dan terlalu banyak cemas.

"Jika kita mulai fokus pada diri sendiri dan melupakan konsumen, itu adalah awal dari kegagalan. Kita harus mencoba dan menunda hari itu (saat perusahaan bangkrut) selama yang kita bisa," tegasnya.

Pernyataan Bezos itu dilontarkan bersamaan dengan kesuksesan Amazon dengan bisnis ritelnya yang terus berkembang. Sementara itu pemerintah tengah memenangkan pasar saat ini.

Namun sebagian karyawan Amazon mengungkapkan kekhawatirannya akan langkah ekspansi yang diambil Bezos. Dalam 8 tahun terakhir, jumlah tenaga kerja Amazon tercatat telah meningkat hingga 20 kali lipat, lebih dari 600 ribu orang.

Harga saham Amazon juga tercatat meningkat hingga beberapa kali lipat sejak 2013. Di tengah kesuksesannya, Amazon juga pernah beberapa kali mendapatkan sindiran dan kritikan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Meski begitu, Bezos juga menegaskan pentingnya membedakan kisah Amazon dengan perusahaan teknologi lain. Contohnya, dia mengatakan, Amazon memiliki banyak kisah baik tentang membantu meningkatkan kehidupan konsumen.

"Facebook tak sama dengan Google, dan Apple juga tidak sama dengan Amazon. Saya tak mau meributkan soal kesan perusahaan besar, saya hanya ingin bicara soal Amazon," tegasnya.

Tag Terkait