PLN Bakal Beri Diskon Tarif bagi Pengguna Kendaraan Listrik

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 14 Nov 2018, 17:12 WIB
Diperbarui 15 Nov 2018, 18:16 WIB
baterai yang digunakan di mobil listrik Blits ini menggunakan merek LG buatan China

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) berencana memberikan diskon tagihan listrik, bagi pengguna kendaraan listrik yang mengisi energi saat malam hari ketika penggunaan listrik menurun.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS mengatakan, penggunaan listrik turun setelah jam 10 malam atau setelah melewati masa beban puncak. Kondisi ini membuat PLN menyesuaikan daya pasok dengan menurunkan kinerja beberapa pembangkit, agar menyesuaikan kebutuhan listrik.

‎"Bukan kita itu malam turun bebannya, sebetulnya utilisasi jadi turun," kata Haryanto, di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Haryanto mengatakan, agar konsumsi listrik pasca beban puncak tetap opetimal, PLN berencana memberikan insentif berupa diskon tagihan atas penggunaan listrik, kepada pemilik kendaraan listrik yang mengisi energi listrik di kediamannya pasca beban puncak.

"Ini bisa kita kasih insentif kalau mereka kasih charge malam. Jadi mulai jam 10 misalnya sampai jam 4 pagi, itu tarifnya bisa kita kasih murah, diskon misalnya," tutur dia.

Haryanto mengungkapkan, rencana pemberian insentif bertujuan untuk mengoptimalkan ‎konsumsi listrik pasca beban puncak, sehingga pembangkit listrik tetap beroperasi pasca beban puncak.

"Jadi jam segitu tuh utilitas kita turun, jadi supaya utilisasi kita naik ya, itu charging tadi,"‎ kata dia.

 

2 of 2

PLN Siapkan Perangkat Fast Charging Buat Mobil Listrik

Mobil listrik spesifikasi Rally Dakar garapan Institut Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, dan Universitas Budi Luhur (UBL), yang disebut Blits siap menjelajah Indonesia.
Mobil listrik spesifikasi Rally Dakar garapan Institut Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, dan Universitas Budi Luhur (UBL), yang disebut Blits siap menjelajah Indonesia.(Arief/Liputan6.com)

Sebelumnya, PT PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) tengah merancang infrastruktur pengisian listrik cepat (fast charging) untuk menfasilitasi kebutuhan energi bagi kendaraan listrik.

General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad‎ mengatakan, untuk mengantisipasi membanjirnya penggunaan mobil listrik, PLN sebagai perusahaan energi terus melakukan persiapan. Salah satunya adalah menyediakan infrastruktur pengisian listrik fast charging di beberapa titik strategis.

"Sekarang kami mau bikin fast charging. Untuk tahap pertama lima titik di kota besar. Kalau populasi bertambah akan ditambah. Bis listrik juga ada. Saya juga mau nambah di rest area tol misalnya," kata Ikhsan, saat menghadiri acara Indonesia Best Electricity Award (IBEA) ke 4, di Jakarta, Rabu 14 November 2018.

PLN Disjaya telah mendapat alat pengisian kendaraan listrik fast charging dari BMW. Alat tersebut akan dikembangkan bersama BMW untuk memperbanyak pemasangannya.

"Tapi kami kembangkan bersama BMW juga. Mereka kasih kami. Nah, ke depan kami bikin kembangin lagi," tuturnya.

Menurut Ikhsan, alat pengisian energi kendaraan listrik fast charging jauh lebih mahal, ketimbang Stasiun Pengisan Listrik Umum (SPLU) yang saat ini sudah terpasang‎ sebanyak 1.7000 unit.

Saat ini SPLU dimanfaatkan pedagang kaki lima dan Usaha Mikro Kecil Menengah‎ (UMKM). "Sekarang kan peruntukannya untuk pedagang kaki lima, UMKM supaya enggak nyantol-nyantol lagi. Jadi lebih mudahlah,"‎ kata dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by