Bos BEI Minta Profesional Pasar Modal Peka Terhadap Perkembangan Zaman

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 14 Nov 2018, 15:59 WIB
20151102-IHSG-Masih-Berkutat-di-Zona-Merah-Jakarta

Liputan6.com, Jakarta - The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) kembali menyelenggarakan Wisuda Akbar Periode II 2018. Acara wisuda tersebut diselenggarakan di Mainhall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Pada wisuda ini, TICMI meluluskan dan memberikan sertifikat kepada 2.940 profesional pasar modal lulusan periode April hingga Oktober 2018.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi turut hadir dan mengucapkan selamat kepada 279 perwakilan wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan sertifikasi profesi di pasar modal yang berlangsung selama 2,5 bulan.

Dia pun mengingatkan, kelulusan ini merupakan awal akrier bagi para wisudawan yang selanjutnya akan menempuh berbagai tantangan terkait perubahan yang begitu cepat di era financial technology (fintech).

"Di zaman fintech, perubahan begitu cepat sekali. Banyak tantangan ke depan, tidak hanya buat wisudawan dan wisudawati, tapi begitu juga bagi semua yang terlibat di pasar modal," ujar dia.

Adapun kali ini TICMI meluluskan 2.940 pemegang sertifikasi yang akan berlaku sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE), WPPE Pemasaran (WPPE P), WPPE Pemasaran Terbatas (WPPE PT), Wakil Manajer Investasi (WMI) Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM), dan Wakil Perantara Pedagang Efek (WPEE).

Hingga saat ini, TICMI telah meluluskan profesional pasar modal sebanyak 11.716 orang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan rincian WPPE 2.776 orang, WPPE P 6.201 orang, WPPE PT 1.090 orang, WMI 1.371 orang, ASPM 147 Orang, dan WPEE 131 orang.

Sedangkan khusus periode April hingga Oktober 2018 ini, TICMI telah berhasil meluluskan 2.940 orang dengan rincian WPPE 430 orang, WPPE P 1.968 orang, WPPE PT 57 orang, WMI 358 orang, ASPM 28 orang, dan WPEE 99 orang.

2 of 3

BEI Cetak Sejarah Jumlah IPO Terbanyak dalam Setahun

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja berswafoto dengan latar belakan papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak sejarah baru jumlah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam setahun. Di tahun ini tercatat 50 perusahaan melantai di BEI dan merupakan jumlah pencapaian terbanyak BEI semenjak privatisasi pada 1992.

PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) menjadi emiten ke-50 yang tercatat di papan BEI pada tahun ini. Manajemen BEI optimistis jumlah ini akan terus meningkat. Saat ini, masih terdapat 14 perusahaan lagi yang akan IPO di tahun ini.

"Kami berharap akan semakin banyak perusahaan mencatatkan efeknya sebagai pilihan untuk pendanaan jangka panjang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan negara,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jumat (09/11/2018). 

Selain pencatatan saham, sepanjang 2018 telah terbit 79 emisi obligasi dan sukuk dengan total nilai emisi sebesar Rp 97,24 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) dengan total nilai emisi Rp 173,78 triliun.

Selain itu juga Exchange Traded Fund (ETF) sebanyak 8 Kontrak Investasi Kolektif dengan total nilai awal penerbitan Rp 53,9 miliar, dan 3 Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai awal penerbitan Rp 3,62 triliun.

BEI berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat melalui berbagai upaya, termasuk berinteraksi dan secara langsung berperan aktif mendatangi kantong-kantong entrepreneur di berbagai daerah di Indonesia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓