Dalam 3 Tahun, Ekspor Sektor Peternakan RI Capai Rp 30 Triliun

Oleh Septian Deny pada 12 Nov 2018, 14:41 WIB
Peternak di Depok Ungkap Penyebab Tingginya Harga Telur Ayam

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan dalam 3 tahun terakhir, nilai ekspor di sektor peternakan mencapai Rp 30,15 triliun. Angka ini diharapkan terus mengalami peningkatan tiap tahun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun lalu, capaian nilai ekspor komoditas sektor peternakan ekspor USD 623,9 juta atau setara dengan Rp 8,5 triliun. ‎Angka ini naik 14,85 persen dibandingkan 2016.

"Nilai yang telah diraih pada tahun 2017 diharapkan mampu bertambah secara signifikan baik dari nilai maupun volume ekspor," ujar dia di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Sementara, berdasarkan data realisasi rekomendasi ekspor Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, capaian ekspor peternakan dan kesehatan hewan pada periode 2015 hingga semester I 2018 mencapai Rp 30,15 Triliun.

Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat hewan yang mencapai Rp 21,58 triliun ke 87 negara tujuan ekspor. Selanjutnya ekspor babi ke Singapura sebesar Rp 3,05 triliun, susu dan olahannya sebesar Rp 2,32 triliun ke 31 negara.

Kemudian, ekspor bahan pakan ternak asal tumbuhan sebanyak Rp 2,04 triliun ke 14 negara, produki hewan non pangan, telur ayam tetas, daging dan produk olahannya, pakan ternak, kambing/domba, DOC dan semen beku.

"Kebijakan Kementan untuk mewujudkan Indonesia pada tahun 2045 menjadi Lumbung Pangan di Dunia sedikit demi sedikit telah dapat dibuktikan. Capaian ekspor sektor peternakan di Indonesia cukup fantastis," ungkap dia.

 

2 of 3

Pasar Masih Terbuka

Peternak di Depok Ungkap Penyebab Tingginya Harga Telur Ayam
Pekerja mengumpulkan telur dari peternakan ayam di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (23/7). Tingginya harga telur ayam di pasaran karena tingginya permintaan saat lebaran lalu yang berimbas belum stabilnya produksi telur. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

‎Menurut Ketut, peluang perluasan pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih sangat terbuka luas. Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan.

"Keunggulan halal dari kita juga dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara muslim lainnya," tandas dia.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓