Tembus Pasar China, RI Harus Perhatikan Pentingnya Branding

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 11 Nov 2018, 20:00 WIB
5 Produk Indonesia ikut dalam Ajang 11.11 Global Shopping Festival 2018. Liputan6.com/Maulandy
Liputan6.com, Shanghai - Pemerintah dan unsur pelaku usaha di Indonesia menekankan pentingnya nilai branding sebagai kunci agar produk ciptaan Tanah Air mampu menembus pasar di China.
 
Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun mengatakan, momen perayaan 11.11 sebagai pesta belanja online yang diselenggarakan Alibaba wajib dimanfaatkan sebagai branding produk lokal kepada publik global, khususnya di China.
 
 
"Mudah-mudahan dengan 11.11 ini kita bisa dapat branding, proses pembelajaran juga bagi kita. This is my first time kita ikut," ujar dia di Shanghai, China, Minggu (11/11/2018).
 
Sebagai informasi, terdapat lima merek produk Indonesia yang berkesempatan memasarkan diri platform online Tmall milik Alibaba Group. Antara lain, Indomie, Kopi Kapal Api, biskuit Richeese, Kerupuk Udang Papatong, dan Sarang Burung Walet Yan Ty Ty.
 
Djauhari pun berharap, jika produk Indonesia ke depannya sudah lebih memiliki nama, maka perusahaan lain dapat ikut berpartisipasi mengepakkan sayapnya di tanah Tiongkok. "Semoga ke depan akan ada produk lain, karena ini bukan sekedar event saja," ungkapnya.
 
 
2 of 2

China bakal Jadi Pasar Terbesar Dunia

Pesta belanja online 11.11 yang digelar Alibaba Group di Mercedes-Benz Arena Shanghai, China. Liputan6.com/Maulandy
Pesta belanja online 11.11 yang digelar Alibaba Group di Mercedes-Benz Arena Shanghai, China. Liputan6.com/Maulandy
Sementara itu, Chairman Indonesia Chamber of Commerce in China (Inacham), Lily Sutikno, menyampaikan rasa terimakasih terhadap pemerintah lantaran telah membantu pelaku usaha untuk dapat berkiprah di ranah global, khususnya di China.
 
"Jadi brand-brand kita yang di China ini tidak hanya fighting alone. Sekarang dibantu dengan pemerintah. Ini penting sekali, karena pemain-pemain dari Thailand, Malaysia, Singapura, semua bersatu masuk ke China yang akan jadi the largest market in the world," tuturnya.
 
Di sisi lain, Ketua Kompartemen Investasi dalam Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Reza V Maspaitella, menyatakan, mengajak para pelaku industri dalam negeri, khususnya yang berlatar belakang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), untuk mengutamakan arti sebuah branding.
 
"Hal-hal semacam ini, termasuk value creation untuk masuk ke pasar China sangat penting sekali agar bisa dilihat oleh market di China," ujar dia.
Lanjutkan Membaca ↓