Urban Jakarta Propertindo Tawarkan 600 Juta Saham Lewat IPO

Oleh Bawono Yadika pada 11 Nov 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 11 Nov 2018, 16:00 WIB
Ilustrasi IPO 3 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi IPO 3 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta PT Urban Jakarta Propertindo (UJP) akan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan menawarkan 600 juta saham kepada publik.

IPO Perseroan akan dilaksanakan pada 4-6 Desember 2018. Penawaran tersebut mencapai 16,85 persen dari saham ditempatkan dan disetor UJP setelah IPO.

Menurut prospektus yang diterbitkan seperti ditulis Minggu (11/11/2018), saham UJP akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Desember 2018. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperkirakan menerbitkan pernyataan efektif IPO UJP ini pada 30 November 2018.

Bersamaan dengan IPO, Perseroan juga akan menerbitkan 840 juta Waran Seri I. Setiap pemegang lima saham PUP akan memperoleh tujuh unit Waran Seri I. Setiap Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru UJP.

Menurut manajemen UJP, sebesar 50 persen dana IPO akan digunakan untuk mengakuisisi lahan di Jabodetabek. Sekitar 30 persen untuk belanja modal dan pengembangan dan 20 persen untuk modal kerja.

"Dana dari penerbitan Waran Seri I akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dan pengembangan usaha, "tulis manajemen UJP.

Pada semester I 2018, UJP membukukan laba Rp 17,55 miliar, meningkat 303,45 persen, dari Rp 4,35 miliar pada semester I 2017. Peningkatan laba ini seiring pencapaian pendapatan Perseroan sebesar Rp 52,05 miliar per Juni 2018. Pada semester I 2017, UJP belum mencatatkan pendapatan.

Sementara itu, aset Perseroan mengalami peningkatan 1,96 persen, dari Rp 1,02 triliun per Desember 2017 menjadi Rp 1,04 triliun per Juni 2018. Adapun pada 2016 dan 2015, aset UJP tercatat masing-masing Rp 165,87 miliar dan Rp 49,96 miliar.

2 dari 2 halaman

BEI Cetak Sejarah Jumlah IPO Terbanyak dalam Setahun

Ilustrasi IPO 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)
Perbesar
Ilustrasi IPO 1 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) cetak sejarah baru jumlah penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam setahun. Di tahun ini tercatat 50 perusahaan melantai di BEI dan merupakan jumlah pencapaian terbanyak BEI semenjak privatisasi pada 1992.

PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) menjadi emiten ke-50 yang tercatat di papan BEI pada tahun ini. Manajemen BEI optimistis jumlah ini akan terus meningkat. Saat ini, masih terdapat 14 perusahaan lagi yang akan IPO di tahun ini.

"Kami berharap akan semakin banyak perusahaan mencatatkan efeknya sebagai pilihan untuk pendanaan jangka panjang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan dan negara,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Gedung BEI, Jumat (09/11/2018).

Selain pencatatan saham, sepanjang 2018 telah terbit 79 emisi obligasi dan sukuk dengan total nilai emisi sebesar Rp 97,24 triliun, Surat Berharga Negara (SBN) dengan total nilai emisi Rp 173,78 triliun.

Selain itu juga Exchange Traded Fund (ETF) sebanyak 8 Kontrak Investasi Kolektif dengan total nilai awal penerbitan Rp 53,9 miliar, dan 3 Efek Beragun Aset (EBA) dengan total nilai awal penerbitan Rp 3,62 triliun.

BEI berkomitmen untuk mendorong peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat melalui berbagai upaya, termasuk berinteraksi dan secara langsung berperan aktif mendatangi kantong-kantong entrepreneur di berbagai daerah di Indonesia.

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by