Strategi Bukalapak Dekatkan Layanan Belanja Online kepada Masyarakat

Oleh Septian Deny pada 08 Nov 2018, 10:45 WIB
Diperbarui 08 Nov 2018, 10:45 WIB
Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid dalam acara World Conference on Creative Economy 2018 di Nusa Dua Bali, Rabu (7/11/2018). Liputan6.com/Septian Deny

Liputan6.com, Nusa Dua - Bukalapak terus berinovasi untuk mempermudah masyarakat untuk bisa berbelanja secara online. Salah satunya dengan menggandeng toko kelontong dan warung di berbagai wilayah Indonesia.

Co-Founder and President Bukalapak, Fajrin Rasyid, mengatakan kemitraan dengan toko kelontong dan warung ini mulai berjalan sejak awal tahun ini. Hingga saat ini, Bukalapak telah bermitra dengan sekitar 400 ribu warung yang tersebar di berbagai wilayah.

"Saat ini terus terang perkembangannya baik, sudah ber-partner dengan sekitar 400 ribu warung di seluruh Indonesia, yang disebut mitra Bukalapak. Pertumbuhannya cepat kalau dibilang sehingga kami terus fokuskan di sini juga," ujar dia dalam acara World Conference on Creative Economy 2018 di Nusa Dua Bali, Kamis (8/11/2018).

Dia menjelaskan, melalui kemitraan dengan toko kelontong dan warung, Bukalapak berupaya untuk memperluas jangkauannya dan meningkatkan kapasitasnya guna memenuhi segala kebutuhan masyarakat.

"Kami berusaha memfokuskan diri bagaimana  memenuhi kebutuhan pelanggan. Jadi di masing-masing pun kami melihat, di marketplace misalnya ada kebutuhan apa dari pelanggan, apa yang mungkin masih kurang dan diperbaiki, begitu juga dengan inklusi finansial dan warung," ungkap dia.

Melalui kemitraan dengan toko kelontong dan warung, setidaknya ada dua hal yang menjadi fokus Bukalapak. Pertama, warung menjadi media bagi masyarakat yang belum begitu mengerti cara berbelanja o‎nline, maka bisa memesan barang secara online melalui warung tersebut.

Kedua, Bukalapak juga membantu suplai barang untuk toko kelontong dana warung yang menjadi mitranya. Karena selama ini sering kali toko dan warung tersebut harus datang ke toko yang lebih besar atau distributor untuk bisa mendapatkan pasokan barang.

"Jadi warung, tadinya hanya jualan barang, indomie, kopi dan sebagainya. Sekarang dia bertambah dengan barang-barang Bukalapak termasuk pulsa, tiket, tagihan PLN sehingga secara instan yang mereka jual ke pelanggan jadi lebih banyak. Instantly, omzet dan profit mereka naik, profit mereka bisa dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Jadi memperkecil kesenjangan antara pasar modern dengan warung ini," ujar dia.‎

Ke depannya diharapkan Bukalapak bisa bermitra dengan banyak toko kelontong dan warung. Dengan demikian, akan mempermudah akses masyarakat di daerah terpencil sekali pun untuk bisa berbelanja online.

"Kami masih analisis karena sebagai sesuatu yang baru tetapi sebagai gambaran. Kalau tidak salah dari survei perusahaan FMCG itu ada sekitar total 6 juta warung di Indonesia, belum lagi termasuk gerobak dan lainnya. Warung ini yang toko kelontong," ujar dia.‎

 

2 dari 2 halaman

Omzet UKM Melonjak

Tingkatkan Volume KUR, OJK Bentuk Sistem Klaster untuk UKM
Perajin memproduksi sepatu di sebuah rumah industri di Jakarta, Selasa (6/3). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Menko Perekonomian untuk meningkatkan volume dan kualitas kredit usaha kecil dan menengah (UKM). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berkembangnya bisnis jual beli secara online (e-commerce) bukan hanya membawa keuntungan perusahaan aplikasi e-commerce, tetapi juga pelaku usaha yang menjual barangnya melalui aplikasi tersebut.

Co-Founder Bukalapak, Fajrin Rasyid, mengatakan pendapatan yang diterima oleh para pelaku usaha ini atau yang di Bukalapak biasa disebut sebagai pelapak meningkat sejak menjual produknya secara online melalui e-commerce.

"Kalau tidak salah, jumlah atau omzet masing-masing pelapak di Bukalapak, itu tahun lalu saja naik sekitar tiga kali lipat," ujar dia dalam acara World Conference on Creative Economy 2018 di Nusa Dua Bali, Kamis (8/11/2018).

Dia menjelaskan, peningkatan omzet yang didapatkan oleh para pelapak ini sejalan dengan visi dari Bukalapak. Online marketplace ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kelas dari para pelaku usaha kecil dan menengah.

"Artinya ini sejalan dengan visi Bukalapak untuk menaikkelaskan UKM. Jadi kami tidak cuma memperbanyak pelapak saja tapi juga membuat pelapak yang berjualan ini semakin lama semakin makmur, semakin naik omzetnya," kata dia.

Fajrin menuturkan, saat ini sebanyak 4 juta pelapak telah menawarkan produknya melalui Bukalapak. Ke depannya diharapkan lebih banyak lagi masyarakat yang menjadi pelapak dan merasakan manfaat dari menjual produknya secara online. ‎

"Sekarang sekitar 4 juta pelapak. Kebanyakan (menjadi pelapak) organik, mereka sendiri (masuk ke Bukalapak) atau melalui komunitas Bukalapak yang tersebar di lebih dari 100 kota. Ini salah satu efeknya meningkatkan word of mouth di antara pelapak.‎ Kebanyakan seperti itu. Tentu ada pelapak yang langsung kami approach. Tetapi itu tidak akan bisa masif dari sisi jumlah, jadi dua-duanya dilakukan," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait