Selain Malaysia, RI akan Ajak China Pakai Solar Campur Minyak Sawit

Oleh Merdeka.com pada 06 Nov 2018, 13:30 WIB
Mangkir Mencampur Biodiesel dengan Solar, Siap Kena Denda

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah akan mengajak Malaysia untuk menggunakan biodiesel (solar campur minyak sawit) 20 persen. Selain Malaysia, Indonesia juga akan mengajak China melakukan hal yang sama namun dengan kadar campuran lebih rendah.

"Termasuk juga kita akan bekerja sama dengan Malaysia. Di Malaysia kita minta supaya cepat menaikkan menjadi B20. Kemudian kita bekerja sama meyakinkan katakanlah China untuk pakai B5 dong. Ya kan," ujarnya di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Menurut Menko Darmin, penggunaan B5 tidak terlalu berdampak pada operasional mesin. Sehingga campuran ini dianggap aman untuk digunakan. Ya kan. "B5 kan nggak ada masalah sama sekali," jelas dia.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia akan menagih komitmen Malaysia untuk segera menerapkan kebijakan biodiesel 20 persen atau B20 di negaranya. Ini akan disampaikan dalam Rapat tahunan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang akan digelar di Malaysia.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, berdasarkan kesepakatan, Pemerintah Malaysia menyanggupi untuk penerapan dan pelaksanaan Solar campur 20 persen minyak sawit tersebut. Namun, kenyataannya hingga kini penyerapan minyak sawit Malaysia belum mencapai 10 persen.

"Padahal dalam perjanjiannya mereka 10 persen itu sudah diamanatkan di 2018 ini sehingga tentu tahun depan kita push lagi kapan mereka ikut Indonesia di B20," kata Airlangga saat ditemui di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menambahkan pihaknya juga akan menekan Pemerintah Malaysia untuk menerapkan B20.

"Nanti di CPOPC kita hanya akan mempertanyakan yang pokok itu arahan nanti di tingkat itu adalah kapan sih Malaysia mau B20," Kata Oke.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 of 2

RI Akan Tagih Malaysia soal Komitmen Penerapan B20

(Foto:Liputan6.com/Ilyas I)
Peluncuran perluasan penerapan Biodiesel 20 persen (Foto:Liputan6.com/Ilyas I)

Pemerintah Indonesia akan menagih komitmen Malaysia untuk segera menerapkan kebijakan biodisel 20 persen (B20) di negaranya. Ini akan disampaikan dalam rapat tahunan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang akan digelar di Malaysia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, berdasarkan kesepakatan, pemerintah Malaysia menyanggupi untuk menerapkan dan melaksanakan kebijakan B20 tersebut. Namun kenyataannya, hingga kini penyerapan minyak sawit Malaysia belum mencapai 10 persen.

"Padahal dalam perjanjiannya, mereka 10 persen itu sudah diamanatkan di 2018 ini, sehingga tentu tahun depan kita push lagi, kapan mereka ikut Indonesia di B20," kata Airlangga saat ditemui di Kementerian Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menambahkan, pihaknya juga akan menekan pemerintah Malaysia untuk menerapkan B20.

"Nanti di CPOPC kita hanya akan mempertanyakan yang pokok itu arahan nanti di tingkat itu adalah kapan sih Malaysia mau (menerapkan) B20," jelas Oke.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia Derom Bangun mengatakan, dalam pertemuan CPO PC Indonesia akan menunjukkan tren positif dari penerapan B20 yang telah dijalani, sehingga Malaysia dapat mencontoh dan diharapkan akan menerapkan B20 di negaranya.

"Upaya peningkatan biodiesel Malaysia akan dibicarakan, kita akan menyampaikan kemajuan B20 di Indonesia," jelas dia.

 

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait