Kawasan Ekonomi Khusus Bangka Belitung Fokus ke MICE dan Olahraga

Oleh Merdeka.com pada 05 Nov 2018, 17:51 WIB
Kemenpar 30 Nov 2016

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tengah mengusulkan agar daerah Tanjung Gunung dan Sungai Liat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Nantinya kedua kawasan ini akan dibangun dengan konsep karaktersitik yang berbeda.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengatakan, apabila usulan tersebut disepakati oleh pemerintah, untuk daerah Tanjung Gunung akan dijadikan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) tourism. Sementara di Sungai Liat akan dijadikan sebagai wisata olahraga (sport tourism).

"Satu MICE tourism untuk Tanjung Gunung. Kalo yang Sungai Liat sport tourism," katanya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Erzaldi menyebut, usulan dua KEK ini sudah lama menjadi strategi pemerintah provinsi. Sebab apabila terealisasikan maka akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang besar terhadap masyarakat sekitar.

"Nah pariwisata ini potensinya apa? indikatornya sumber daya alamnya aja liat. Pantai-pantai di Bangka Belitung bagus dan lain sebagainya. Jadi saya sangat berkeyakinan (akan meningkatkan pertumbuhan ekononomi)," katanya.

Berdasarkan catatan, pendapatan asli daerah (PAD) di kawasan Kepulauan Bangka Belitung telah mencapai sekitar 43,7 persen. Sementara total kunjungan wisata ke daerah Kepulauan Bangka Belitung terus mengalami peningkatan signifikan. Misalnya saja pada 2017, hampir 200 juta kunjungan setelah Tanjung Kemang ditetapkan jadi KEK.

"Dan belum jadi Tanjung Kelayangnya itu tapi hotel-hotel juga sudah bermunculan sebab penetapan kek bagian promosi," katanya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Status KEK Pariwisata Berikan Dampak Positif Bagi Perekonomian Belitung

#MudikPenuhPesona ke Belitung? Ini 10 Pilihan Wisatanya
Mau wisata ke destinasi-destinasi kelas dunia? Yang punya pantai jernih berbatu granit segede gajah raksasa? Silakan ke Tanjung Kelayang.

Sebelumnya, kegiatan pariwisata terbukti memberikan dampak positif terhadap perekonomian Belitung. Setelah mendapat status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kian meningkat.

Setelah memiliki KEK, PAD Belitung menunjunkan grafik naik. Pada 2017, PAD Belitung sudah ada di level Rp193,18 miliar. Angka ini naik sebesar 41,21 persen atau riilnya Rp 56,38 miliar dari tahun sebelumnya. Pada 2016, PAD-nya berada di angka Rp136,80 miliar.

“Pertumbuhan pariwisata Belitung dari tahun ke tahun sangat luar biasa. KEK ini memberi pengaruh yang besar. Pembangunan secara umum otomatis mengalami percepatan. Hasilnya semakin terlihat di lima tahun terakhir ini,” ungkap Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Hiramsyah S Thaib, Jumat (19/10/2018).

PAD sebesar Rp193,18 miliar pada 2017 tersebut memang menjadi prestasi besar. Sebab, PAD Belitung masih berada di angka Rp 92,97 Miliar pada 2013. Dalam rentang 2013 sampai 2016, rata-rata kenaikan PAD Belitung sebesar Rp 14,63 miliar per tahun.

Hiramsyah mengatakan, pariwisata sudah menjadi leading sector perekonomian di Negeri Laskar Pelangi.

“Hasilnya mulai kelihatan. Perekonomian Belitung saat ini sangat bagus. Pariwisata jadi leading sector di sana. Sektor ini semakin gemuk. KEK yang diterapkan pun akan terus berkembang. Artinya, potensi PAD juga akan terus bertambah,” ucapnya.

Belitung saat ini sudah memiliki satu KEK, yaitu Tanjung Kelayang, dan dalam proses menambah dua KEK lagi. Tepatnya Tanjung Gunung dengan luas 385 hektare dan Sungai Liat yang memiliki total luas 273 hektare. Sektor pariwisata pun menjadi harapan baru seiring meredupnya pertambangan.

Mengacu data 2016, sektor transportasi dan akomodasi mampu menjadi penyumbang PAD 6,52 persen. Pada 2012, angkanya masih di kisaran 5,66 persen. 

Beberapa sektor unggulan Belitung lainnya justru mengalami penurunan. Sektor pertambangan turun di posisi 11,89 persen pada 2016, dari kisaran 15,36 persen pada 2012. Pun serupa rapor industri pengolahan. Memiliki persentase 24,33 persen pada 2012, lalu turun menjadi 20,05 persen di 2016.

“Pariwisata kini benar-benar menjalankan perannya secara signifikan. Pengaruhnya sangat positif. Arus investasi juga berkembang pesat. Postur investasi di Belitung diprediksi terus bertambah,” kata Hiramsyah.

Pertumbuhan industri pariwisata mampu menjadi magnet investasi yang efektif. Sebagai ilustrasi, arus investasi tahap satu sebesar Rp 1,58 triliun telah disuntikkan PT Pan Semujur Makmur. Alirannya diberikan pada KEK Tanjung Gunung.

Lebih lanjut, KEK Sungai Liat mampu menarik investasi sebesar Rp 5 triliun dari PT Pantai Timur Sungai Liat.

“Semua lini industri pariwisata tumbuh sangat bagus. Sebab, aliran investasinya kencang. Pertumbuhan ini juga ditopang dengan penguatan aksesibilitasnya. Upaya untuk menghubungkan Belitung dengan mancanegara secara langsung terus dilakukan. Beberapa sudah menunjukan progress positif,” ucap Hiramsyah.

Optimalisasi pertumbuhan KEK Pariwisata Belitung memang terus dilakukan, termasuk membuka akses transportasi udara. Contohnya, Belitung akan terhubung secara langsung dengan Singapura mulai Senin (29/10/2018).

Penerbangan langsung dengan poros Tanjung Pandan-Singapura tersebut dikembangkan oleh Garuda Indonesia. Menggunakan armada Bombardier CRJ-1000 dengan kapasitas 96 seats, rute ini akan tersedia sebanyak empat kali dalam sepekan.

Jadwal penerbangannya akan berlangsung pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan dari Bandara Changi Singapura dilakukan pada pukul 17.20 waktu setempat. Khusus hari Minggu, jadwal flight-nya pada pukul 17.30 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan Tanjung Pandan-Singapura dijadwalkan pukul 14.50 WIB untuk hari sama.

Direct flight Garuda pada akhir Oktober ini harus diapresiasi. Sebab, kehadiran Garuda akan semakin menaikkan jumlah kunjungan wisman. Sebab, Singapura ini daerah transit dari berbagai negara. Arus kunjungan wisatawan Singapura sendiri ke wilayah ini juga tinggi. Pariwisata Belitung akan semakin cerah dan semuanya berawal dari status KEK Pariwisata yang dimiliki,” kata Hiramsyah.

Ia menambahkan, lokasi Bangka Belitung yang hanya 45 menit terbang dari Jakarta maupun Singapura sangatlah strategis.

“Strategis untuk wisata akhir pekan. Sebab, saat ini rata-rata tingkat hunian hotel di Belitung sudah 70 persen serta potensi wisata MICE untuk weekday. MICE akan meningkatkan tingkat hunian saat weekday,” ujar Hiramsyah.

Guna semakin meningkatkan kunjungan wisatawan, Belitung akan menambah fasilitas wisata berupa lapangan golf 18 hole pada Desember 2018. Lapangan ini berkelas internasional. 

Menteri Pariwisata, Arief Yahya, menjelaskan bahwa KEK jadi solusi terbaik untuk mengembangkan perekonomian daerah.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓