Tesla Kemungkinan Tak Ambil Dana dari Arab Saudi

Oleh Agustina Melani pada 03 Nov 2018, 18:00 WIB
Diperbarui 05 Nov 2018, 11:04 WIB
Elon Musk

Liputan6.com, Jakarta - Tesla, produsen mobil listrik kemungkinan tidak ambil dana dari Arab Saudi. Ini menyusul terbunuhnya jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi.

Hal itu disampaikan Chief Executive Tesla, Elon Musk. Pada Agustus 2018, Musk menarik perhatian lewat unggahan status di akun media sosial Twitter. Ia mempertimbangkan perusahaan untuk go private dengan menawarkan Tesla dengan harga USD 420 per saham.

Ia telah didekati lembaga keuangan Arab Saudi beberapa kali untuk ambil alih Tesla. Ia pun beli hampir lima persen saham Tesla melalui pasar. Kemudian mengambil rencana untuk private.

Mengutip laman CNBC, Sabtu (3/11/2018) dalam sebuah wawancara dengan Recode, Musk menanggapi sial kematian jurnalis Jamal Khashoggi. "Ya, maksud saya, kedengarannya sangat buruk. Jadi itu tidak bagus. Itu buruk," ujar dia.

Saat ditanya, apakah akan menerima dana. Ia mempertimbangkan untuk tidak menerimanya. "Saya pikir kita mungkin tidak akan melakukannya,” kata dia.

Pada pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi mengakui untuk pertama kalinya mengenai pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Turki, direncanakan. Arab Saudi awalnya membantah keterlibatan pembunuhan Khashoggi. Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman menuturkan, pihaknya akan bekerjasama dengan Turki untuk membawa yang bersalah ke pengadilan.

Terkait pengaruh dana dari Arab Saudi di Silicon Valley, Elon Musk menuturkan, penting untuk mengetahui kalau tidak semua dana Arab Saudi sama. Musk menilai, agar tidak menyamaratakan dari Arab Saudi.

Sebelumnya, Public Investment Fund (PIF) atau badan dana investasi Arab Saudi merupakan pendukung utama vision fund milik Softbank. PIF berkomitmen USD 45 miliar untuk dana vision tersebut. Hubungan Softbank dan Arab Saudi pun semakin tidak pasti atas terbunuhnya Khashoggi.

 

2 of 2

Elon Musk Bakal Beli Saham Tesla

Tesla Model S
Tesla Model S. (Carbuzz)

Elon Musk akan beli saham Tesla senilai USD 20 juta atau sekitar Rp 304,03 miliar (asumsi kurs Rp 15.201 per dolar Amerika Serikat). Pembelian saham Telsa oleh Musk itu akan berasal dari koceknya.

Musk dan Tesla masing-masing setuju membayar USD 20 juta untuk menyelesaikan gugatan otoritas pada bulan lalu. Otoritas bursa AS atau SEC menuding Musk menyesatkan para investor ketika unggah status di media sosial Twitter pada 7 Agustus kalau dirinya "mengamankan dana" agar Tesla go private.

Sebagai bagian dari sanksi SEC, Musk juga setuju serahkan posisi sebagai chairman atau ketua Tesla meski ia tetap jadi CEO. Perusahaan akan tambah anggota dewan independen baru dan memiliki pengawasan yang lebih besar terhadap komunikasi Musk dengan publik.Demikian kutip dari laman CNN Money, Kamis 18 Oktober 2018.

Adapun pembelian saham yang dilakukan Musk tidak biasa untuk para CEO. Sebagian besar direktur tidak habiskan uang mereka sendiri untuk beli saham perusahaan dengan harga pasar. Musk juga beli saham dengan uangnya sendiri pada Mei dan Juni 2018.

Tidak seperti transaksi sebelumnya, Musk akan beli saham secara langsung dari Tesla (bukan di pasar terbuka). Ini artinya dana akan langsung masuk ke perusahaan. Dalam aturan, Tesla tidak mengatakan secara eksplisit kalau pembelian saham Musk untuk bayar denda Tesla. Namun, nilai pembelian saham sama dengan dendanya. Tesla menolak berkomentar pembelian saham itu.

Komitmen pembelian saham senilai USD 20 juta oleh Elon Musk dinilai kecil. Saham Tesla sempat menguat di awal perdagangan tetapi melemah usai laporan wakil direktur bidang teknik Gilber Passin keluar dari perusahaan.

Namun, baik Passin dan Tesla tidak dapat dimintai komentar. Passin telah bersama lebih dari delapan tahun sejak perusahaan tersebut mulai produksi Model S. Adapun keluarnya sejumlah direksi Tesla telah mengkhawatirkan investor.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓