Kisah Miliarder Jack Ma yang Terinspirasi Serial Condor Heroes

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Nov 2018, 21:00 WIB
Diperbarui 06 Nov 2018, 19:13 WIB
Pendiri ALibaba Group Jack Ma bertemu dengan para menteri dan pengusaha asal Indonesia untuk menindaklanjuti rencana kerjasama penignkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). (Ilyas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Hong Kong - Dunia sastra Asia sedang berduka. Penulis Jin Yong yang terkenal akan karya seri Condor Heroes (Pendekar Pemanah Rajawali) tutup usia pada 30 Oktober 2018 di Hong Kong.

Kisah Pendekar Pemanah Rajawali melawan Racun Barat dan komplotannya, serta kisah cintanya dengan Bibi Lung telah melegenda di Asia Timur dan Tenggara. Tak disangka, CEO dan pendiri Alibaba Jack Ma mendapat inspirasi dari kisah tersebut, bahkan ia berkata tak akan ada Alibaba tanpa Jin Yong dan karyanya.

"Saat pertama kita bertemu, saya banyak mengoceh. Selama tiga jam saya mengoceh, Anda hanya tersenyum dan menyimak saya," kenang Jack Ma dalam tulisannya di South China Morning Post. Ia berkata akan terus mengingat momen pertemuan bersama sang sastrawan.

Jack Ma mengaku terinspirasi dari xia (pendekar pemberani) di Condor Heroes. Pada karya itu, xia digambarkan sebagai sosok yang melayani negeri dan rakyat, serta mengembara dunia dengan bebas sebagai pendekar pedang. Prinsip itulah yang digenggam oleh Jack Ma dan timnya saat membangun Alibaba.

Perjuangan Jack Ma adalah membangun platform Alibaba untuk memudahkan bisnis, terutama bisnis kecil. Berulang kali, ia menekankan betapa pentingnya membangun bisnis kecil dari segi pemasaran dan logistik.

Bagaikan xia di Condor Heroes, mantan guru Bahasa Inggris itu menjelaskan segala perjuangan yang mesti ia lalui bersama Alibaba. Semua beban dan luka dilawannya karena ia tidak suka mellihat dunia yang tidak adil.

"Jika bukan karena Anda, saya tak tahu apakah akan ada Alibaba. Bahkan bila ada, maka perusahaan tidak akan sama seperti sekarang, puluhan ribu orang melakukan hal gila bersama," ujar orang terkaya di Tiongkok itu.

Mantan guru Bahasa Inggris itu berjanji akan terus membawa integritas, cinta, tanggung jawab, dan jiwa bebas yang diajarkan Jin Yong. Ia berharap, nilai-nilai itu bisa terus dibawa Alibaba sampai melewati satu abad ke depan.

2 dari 2 halaman

Indonesia Jadi Negara Pertama dengan Program Pendidikan Alibaba

Jack Ma Bicarakan Digital Ekonomi di Depan Delagasi IMF-Bank Dunia
Presiden Bank Dunia Jim Yong kim bersama Pendiri Alibaba Group Jack Ma dalam diskusi panel “Disrupting Development” Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jack Ma beberapa waktu lalu, menyebut pihaknya akan mendirikan institut untuk melatih ribuan wirausahawan bidang teknologi di Indonesia.

Kini, melalui keterangan resmi yang diterima Tekno Liputan6.com, Jumat, 19 Oktober 2018, salah satu anak usaha Alibaba, Ant Financial Service Group (Alipay) bersama dengan International Financial Corporation (IFC) mengumumkan program 10x1.000 Tech for Inclusion.

Program Tech for Inclusion ini sebelumnya memang diumumkan oleh Jack Ma di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2018 di Bali, beberapa waktu lalu.

Kalau ditotal, 10.000 ahli teknologi dari sektor swasta dan publik dalam 10 tahun ke depan bakal dilatih dalam program ini.

Pendiri dan Executive Chairman ALibaba Group Jack Ma mengatakan, program ini bertujuan untuk membangun platform yang interaktif dan terbuka dalam meningkatkan dukungan bagi pemimpin di bidang teknologi, guna mengurangi angka kemiskinan di negara-negara berkembang.

Nah, Indonesia merupakan negara pertama yang dilibatkan dalam program ini.

"Saya percaya, berinvestasi pada masyarakat berarti berinvestasi untuk masa depan. Membangun talenta merupakan salah satu tindakan penting yang dapat dilakukan oleh ekosistem Alibaba," kata Jack Ma.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓