Laba Hutama Karya Melonjak 131 Persen di Kuartal III 2018

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 01 Nov 2018, 10:00 WIB
Diperbarui 01 Nov 2018, 10:17 WIB
Proyek Tol Trans Sumatera. (Dok Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mencatat pencapaian kinerja yang fantastis pada kuartal III 2018. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Hutama Karya telah melampaui target laba bersih dalam satu tahun di paruh ketiga.

“Alhamdulilah, sampai dengan kuartal III 2018, laba bersih Hutama Karya telah melampaui target 2018 (full year). Ini dicapai karena kami telah melakukan berbagai inovasi, perbaikan metode kerja, perubahan struktur organisasi, dan efisiensi dalam melakukan procurement,” ungkap Bintang Perbowo, Direktur Utama Hutama Karya, Kamis (1/11/2018).

Bintang menjelaskan bahwa sampai dengan kuartal III 2018, Hutama Karya telah membukukan EBITDA sebesar Rp 2, trilun atau tumbuh 117,57 persen secara year-on-year (YoY) dengan 2017 sebesar Rp 1 triliun.

Laba bersihkami pada kuartal III tahun ini dibukukan sebesar Rp 1,4 triliun atau tumbuh 131,39 persen secara YoY dengan 2017 sebesar Rp 631 miliar.

Laba tersebut, lanjut Bintang, diperoleh melalui penjualan sebesar Rp 17,7 triliun yang tumbuh sebesar 54,82 persen secara YoY dengan 2017 sebesar Rp 11,4 triliun.

“Kami sampaikan pula, bahwa Hutama Karya dapat menjaga arus kas operasi tetap positif di posisi Rp 539 miliar,” tambahnya lagi.

Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani menambahkan dengan pencapaian di kuartal III 2018, Hutama Karya memiliki rasio hutang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang relatif rendah dimana artinya masih memiliki kemampuan untuk mencari pendanaan dari pihak lain.

“Hal ini sangat baik untuk menunjang Hutama Karya dalam menjalankan penugasan Pemerintah di Jalan Tol Trans-Sumatera, apalagi tahun depan kita akan memulai pengerjaan ruas-ruas baru,” tambahnya.

Menyinggung Jalan Tol Trans-Sumatera, Anis juga mengungkapkan bahwa Hutama Karya akan memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 10,5 Triliun.

Di samping itu, Perseroan juga mendapat dukungan pendanaan dari Sindikasi Bank BUMN (Himbara), perbankan asing seperti MUFG, CIMB Niaga, ICBC, serta dari institusi keuangan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)/SMI, dan perbankan swasta yaitu Bank Mega dan Bank Permata dengan jumlah total Rp 32 triliun. Sehingga dana yang tersedia untuk pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera selanjutnya sebesar Rp 42,5 triliun.

“Tingkat bunga dari dukungan pendanaan ini lebih rendah dari tingkat bunga pada umumnya,” tambah Anis.

Dengan tersedianya dana tersebut, Hutama Karya semakin siap untuk menyelesaikan penugasan di Jalan Tol Trans-Sumatera.

Lebih jauh Anis memaparkan bahwa hasil laba tersebut merupakan hasil kontribusi dari seluruh pilar bisnis Hutama Karya yang ada.

“Jasa Konstruksi, EPC, dan bangunan Gedung menyumbang sebesar 43,90 persen, Anak Usaha sebesar 27,02 persen, sisanya dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sebesar 29,08 pereen,” tuturnya.

2 of 3

Bisnis Utama Jadi Kontributor Laba Terbesar

Kementerian PUPR berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa dari Merak - Banyuwangi sepanjang 1.150 Km pada akhir tahun 2019. (Dok Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR berupaya untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa dari Merak - Banyuwangi sepanjang 1.150 Km pada akhir tahun 2019. (Dok Kementerian PUPR)

Di kuartal III 2018 ini, perolehan kontrak Hutama Karya dibukukan di angka Rp 37,5 triliun. “Dari sisi perolehan kontrak, sudah tercapai 90,13 persen dari target tahun 2018,” terang Suroto, Direktur Operasi II Hutama Karya.

Adapun portofolio kontrak yang diperoleh hingga kuartal III 2018 terdiri dari Jalan & Jembatan sebesar 56 persen, EPC sebesar 32 persen, Bangunan Gedung dan lainnya 6 persen. serta Bandara dan sarana perhubungan lainnya sebesar 6 persen.

“Di samping itu, kami juga tengah melaksanakan beberapa proyek besar, antara lain PLTU Tambak Lorok 779 MW, PLTU Muara Tawar 650 MW, PLTU Suryalaya 2 x 1000 MW, Pabrik Gula Jatiroto 10.000 tcd, Pipa Gas Kaltimra 55 km, serta Bendungan Tiga Dihaji Paket 1,” ungkapnya.

Pencapaian luar biasa ini tak lepas perbaikan operasional Perseroan yang dilakukan terus-menerus di setiap lini bisnis, salah satunya di bidang procurement atau pengadaan.

“Kita telah melakukan sentralisasi pengadaan baik di unit bisnis maupun anak usaha,” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Operasi III Hutama Karya.

Hal ini terbukti dengan efisiensi pada beban pokok penjualan yang dapat ditekan hingga 89,85 persen. “HPP kita lebih baik dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu, yang saat itu masih sebesar 91,39 persen,” kata Sugeng.

Selain sentralisasi pengadaan, Hutama Karya juga meningkatkan pembinaan serta engagement positif dengan mitramitra strategisnya.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by