Pertamina Perdana Alirkan Minyak Hasil Produksi Blok East Kalimantan-Attaka

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 31 Okt 2018, 11:33 WIB
Ilustrasi tambang migas

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina Hulu Kalimantan Tengah ( PHKT) mencatat produksi minyak (lifting) perdana, Terminal Lawe Lawe, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mencapai 60 ribu barel. 

Direktur PHKT Feri Sri Wibowo mengatakan, ‎minyak mentah hasil produksi anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia ‎tersebut berasal Blok East Kalimantan - Attaka ini akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di kilang Pertamina, Refinery Unit V Balikpapan.

"Minyak mentah yang dialirkan merupakan hasil produksi dari lapangan dari Wilayah Kerja East Kalimantan - Attaka yang yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur,” kata ‎Feri, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Pada lifting kali ini, minyak mentah dialirkan melalui pipa dari Terminal Lawe Lawe ke kilang Unit V Balikpapan sebesar 60 ribu barel dan pada waktu bersamaan PHKT melaksanakan pengoperasian pengapalan pertama dari Terminal Santan untuk produk kondensat (BRC).

"Lifting minyak mentah pertama kali Pertamina Hulu Kalimantan Timur tepat sepekan setelah operator pengelolaan diserahkan kepada Pertamina. Dan ini merupakan wujud nyata dukungan serta komitmen PHKT terhadap pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri,‎" jelas dia.

Pertamina Hulu Kalimantan Timur merupakan cucu perusahaan Pertamina, yang mengelola Blok East Kalimantan - Attaka sejak 24 Oktober 2018, setelah prosesi alih kelola dari PT Chevron Indonesia Company (CICO).

Data pada akhir September 2018, produksi minyak dan kondensat WK East Kalimantan-Attaka sebesar 13.220 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 69,44 juta kaki kubik per hari (MMscfd).

2 of 2

Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina EP Mulai Bor Sumur Muaro Jambi

Ilustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

PT Pertamina EP, melalui unit Asset 1 Jambi Field melakukan tajak pemboran sumur SGC-X1 di Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Pemboran sumur untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas).

Development Director Pertamina EP John Hisar Simamora mengatakan, rencana kerja pemboran sumur merupakan percepatan dari program kerja yang seharusnya dilaksanakan pada 2019. Pemboran dilakukan menggunakan rig NT-45/2 milik Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) hingga kedalaman akhir 1.650 meter.

“Kami sangat berharap bahwa proses pemboran sumur SGC-X1 berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan aspek health, safety, dan environment dalam setiap tahapan pelaksanaannya,"‎ kata John, di Jakarta, Sabtu (27/10/2018).

John berharap, hasil dari pengeboran Pertamina EP di sumur SGC-X1 dapat menghasilkan minyak dan gas bumi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dana bagi hasil Kabupaten Muaro Jambi.

 

Lanjutkan Membaca ↓