Tes Kepribadian Jadi Penyebab Utama Gugurnya Peserta CPNS 2018

Oleh Fitriana Monica Sari pada 29 Okt 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 18:30 WIB
Mengintip Seleksi CPNS 2018 di Gedung Wali Kota Jaksel

Liputan6.com, Jakarta - Peserta CPNS 2018 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) usai melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di lokasi tes Makassar, Sabtu (27/10/2018). Menurut pengakuan sejumlah peserta seleksi, Tes Karakteristik Pribadi (TKP) adalah bagian tersulit dikerjakan.

Yanneri Andreas Panjaitan, salah satu peserta Tes SKD Kementerian PANRB mengatakan dirinya sangat kecewa karena nilai passing grade-nya gagal dengan selisih hanya satu poin di TKP.

"Hanya kurang satu poin saja. Memang tesnya cukup sulit. Apalagi Tes Karakteristik Pribadi," ujarnya, seperti dikutip dari laman Kementerian PANRB.

Ada tiga passing grade yang ditentukan BKN, yakni TKP minimal 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75.

Yanneri mengatakan, dirinya tidak menyangka jika TKP menjadi tes yang sulit pada tahun ini. "Saat kita mengerjakan TKP sangat susah, saya kira TWK dan TIU yang susah ternyata TKP," ungkapnya.

Sama seperti Yanneri, Resqiyati Najib mengatakan pasrah dengan hasil tes CAT yang baru dilaluinya. "Saya tidak nyampe passing grade. TWK dan TIU yang saya kira susah ternyata lulus, tapi TKP jeblok," ungkapnya.

Ia juga menilai, dengan sistem CAT ini sangat baik serta transparan jika dibandingkan dengan tes CPNS terdahulu yang masih manual menggunakan kertas.

"Dengan menggunakan Sistem CAT, penyelenggaraan CPNS menjadi sangatlah ketat, dan sangat transparan. Nilai yang dihasilkan langsung dapat dilihat ketika peserta selesai ujian," tambahnya.

2 of 2

Jam Karet Tes CPNS 2018 di Malang, Kok Bisa?

Pelaksanaan Tes CPNS di Malang
Suasana tes CPNS 2018 di Gedung SMK Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur. Pelaksaannya pada hari pertama, Jumat (26/10/2018) yang sempat molor (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Panitia seleksi CPNS 2018 wilayah Malang, Jawa Timur, memperkirakan pelaksanaan tes pada hari kedua pada Sabtu, 27 Oktober ini bisa berjalan lancar. Pelaksanaan di hari pertama terganggu dengan jaringan internet ke komputer di meja peserta tes yang belum siap seluruhnya.

Pelaksanaan tes CPNS 2018 zona Malang digelar di SMK Negeri 2 Kota Malang. Jaringan internet ke komputer yang seharusnya disiapkan ada sebanyak 345 komputer. Tapi sampai tes hari pertama dimulai, pihak vendor hanya mampu menyiapkan 210 jaringan saja.

"Itu soal kemampuan pemasangan jaringan. Tapi hari ini ada proses penyelesaian kekurangan, hari berikutnya sudah sesuai dengan jumlah semestinya," kata Suksesti Sugiarti, Koordinator Tes CPNS 2018 Wilayah Malang, Jumat, 26 Oktober 2018.

Tes pada hari pertama itu semula dijadwalkan berlangsung dalam 5 sesi mulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 17.00 WIB. Namun karena kendala teknis itu, pelaksanaan pun molor dan baru bisa dimulai sekitar pukul 09.30 dan selesai sekitar pukul 21.00.

"Jumlah peserta tes tiap sesi ya sebanyak 345 orang. Karena belum siap semuanya, terpaksa tiap sesi kita bagi dua kali pelaksanaan," ujar Suksesti.

Menurutnya, di luar kendala teknis itu proses pelaksanaan tes bisa disebut berjalan lancar. Seluruh peserta juga hadir mengikuti tes yang terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).

"Harapan kami semua bisa lancar, jangan sampai ada masalah apapun. Kasihan peserta juga kalau molor, apalagi ada yang datang dari luar Jawa," kata Suksesti.

Kota Malang menjadi tuan rumah untuk 7 daerah dalam seleksi nasional CPNS 2018 ini dengan total 30.325 pelamar. Rinciannya, Kota Malang ada 3.774 pelamar, Kabupaten Malang ada 5.199 pelamar, Kota Batu sebanyak 2.682 pelamar, Kabupaten Blitar sebanyak 7.225 pelamar.

Kota Blitar ada 3.474 pelamar, Kabupaten Pasuruan sebanyak 5.301 pelamar dan Kota Pasuruan sebanyak 2.670 pelamar. Pelaksanaan tes dijadwalkan berlangsung selama 22 hari dengan setiap harinya dibagi menjadi beberapa sesi atau gelombang tes.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by