RI akan Geser AS Sebagai Produsen Energi Panas Bumi Terbesar di Dunia

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 26 Okt 2018, 19:10 WIB
Diperbarui 28 Okt 2018, 01:15 WIB
20160330- Progres Pembangun PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso-Sulut-Faizal fanani

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan menjadi produsen listrik dari energi panas bumi terbesar pada 2022. Indonesia akan menggeser Amerika Serikat (AS). 

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, saat ini kapasitas total Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Indonesia mencapai 1.948,5 Mega Watt (MW).

"Kapasitas terpasang tahun ini 1.948,5 WM dengan target 2.058,5 MW‎," kata Rida, di Kantor Ditjen EBTKE, Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Menurut Rida, seiring dengan beroperasinya PLTP di Indonesia, pasokan listrik dari energi panas bumi pun bertambah.

Bahkan Indonesia akan menyalip posisi AS pada 2022, sebagai negara produsen listrik dari panas bumi terbesar saat ini, dengan daya pasok listrik 3.500 MW.

"2022 kita akan nomor satu mengalahkan Amerika sebagai produsen terbesar di dunia," ujarnya.

Rida mengungkapkan, daya pasok dari energi panas bumi saat ini, membuat Indonesia menjadi negara terbesar kedua penghasil listrik energi panas bumi di dunia, menyalip Filipina dengan kapasitas PLTP‎ 1.600 MW.

‎"Tahun ini kita bisa melweati dalam hal kapasitas teristal dan menggeser Filipina ke nomor 3, kita menjadi ke dua terbesar di dunia," tandasnya.

2 of 3

Development Bank Siap Biayai Proyek Pembangkit Panas Bumi RI

20160330- Progres Pembangun PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso-Sulut-Faizal fanani
Suasana pembangunan PLTP Unit 5 & 6 di Tompaso, Sulut, Rabu (30/3/2016). PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus mengembangkan energi baru terbarukan yang berfokus pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya panas bumi yang ekuivalen dengan 13.440 MW atau cadangan sebesar 14.473 MW yang tersebar di 265 lokasi. Besarnya sumber daya panas bumi ini membuat Indonesia menduduki peringkat kedua di dunia sebagai negara dengan sumber energi panas bumi terbanyak. 

"Potensi yang besar ini harus disulap menjadi energi hari ini untuk masa depan atau hari esok," kata Vice President Knowledge Management and Sustainable Development Geothermal Investment and The Future of Renewable Energy in Indonesia, Bambang Susantono, Senin (15/10/2018).

Sejumlah institusi finansial internasional atau Development Bank menyatakan dukungan terhadap program kelistrikan nasional di bidang energi listrik panas bumi karena merupakan renewable atau green project yang sangat direkomendasikan dunia. 

"Institusi finansial dunia, termasuk Asian Development Bank, mendukung penuh green energy project karena energi terbarukan merupakan tonggak dari peradaban," kata Susantono.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Indonesia yang terus melakukan percepatan dalam mencapai target bauran energi pada tahun 2023 sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN).

Kebijakan Energi Nasional berkomitmen terhadap pencapaian EBT (Energi Baru dan Terbarukan) yang akan berkontribusi dalam bauran energi sebesar 23 persen pada 2025.

Bambang Susantono menjelaskan bahwa teknologi energi terbarukan harus in-line dengan tiga aspek, yaitu kondisi lokal, sosial, dan politik.

Sementara itu, Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Riki Ibrahim menyebutkan, sejumlah BUMN sudah menggarap usaha tenaga listrik panas bumi. Sebut saja PT Geo Dipa Energi (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat pengembangan energi panas bumi.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by