Kadin Usul Perdagangan di ASEAN Tak Pakai Dolar AS

Oleh Merdeka.com pada 25 Okt 2018, 21:16 WIB
Diperbarui 25 Okt 2018, 21:16 WIB
Kinerja Ekspor dan Impor RI
Perbesar
Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). Ekspor dan impor masing-masing anjlok 18,82 persen dan ‎27,26 persen pada momen puasa dan Lebaran pada bulan keenam ini dibanding Mei 2017. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong agar proses perdagangan antar negara di kawasan ASEAN tidak dilakukan dengan mata uang dolar AS, melainkan dengan mata uang negara-negara ASEAN.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan, hal ini akan cukup membantu negara-negara ASEAN untuk menghindari tekanan dari dolar AS terhadap mata uangnya.

"Kadin juga mendorong untuk menghindari tekanan dolar antara ASEAN kita gunakan mata uang ASEAN saja," kata dia saat ditemui di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (25/10/2018).

Jika Indonesia melakukan perdagangan dengan negara ASEAN, maka mata uang yang digunakan adalah mata uang negara bersangkutan.

"Kalau kita jual ke Thailand, Thailand boleh bayar pakai Bath. Kalau ke Malaysia, boleh pakai Ringgit. Jangan pakai dolar. Nanti kalau dolar ada tekanan orang nyari dolar," ujar Benny.

Dunia usaha, kata dia akan terus berkomunikasi dengan pemerintah untuk memberikan masukan-masukan yang dirasa dapat membantu dalam upaya menghadapi depresiasi mata uang terhadap dolar serta memperkuat hubungan Indonesia dengan negara lain.

"Kadin dan Apindo lagi bicara dengan pemerintah, mendorong pemerintah untuk melakukan trading swap dengan China," tandasnya.

Reporter : Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com