Pertamina Ambil Alih Blok East Kalimantan dan Attaka dari Chevron

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 25 Okt 2018, 10:19 WIB
Diperbarui 25 Okt 2018, 10:19 WIB
Ilustrasi tambang migas

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) resmi mengambil alih kelola Wilayah Kerja (WK) atau Blok East Kalimantan-Attaka dari Chevron Indonesia Company (CICo).

Sebelumnya, Pertamina mengambil alih Blok Rokan dari Chevron Pacific Indonesia, setelah kontrak habis pada 2021. Kepala Satuan Kerja Khusus Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Amien Sunaryadi, mengharapkan tercipta sinergi untuk mendukung efisiensi yang lebih maksimal bagi operasi hulu migas di Kalimantan Timur.

Ini setelah ditandatanganinya Kontrak Kerjasama  WK East Kalimantan dan Attaka antara SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), bersama  dengan Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga-sanga dan Pertamina Hulu Indonesia.

Amien menambahkan, dengan seluruh persiapan alih kelola yang sudah disiapkan dalam dua tahun terakhir, produksi migas di WK East Kalimantan dan Attaka harus dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"SKK Migas siap menjadi mitra utama Pertamina Hulu Kalimantan Timur untuk mewujudkan komitmen ini. SKK Migas juga berharap dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pemerintah daerah dan masyarakat," kata Amien, di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

PHKT merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia anak usaha dari PT Pertamina (Persero), ditunjuk sebagai pengelola sekaligus operator di WK East Kalimantan-Attaka untuk periode kontrak 25 Oktober 2018 sampai 24 Oktober 2038.

 

2 dari 2 halaman

Wilayah Kerja

lustrasi tambang migas
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Wilayah Kerja (WK) East Kalimantan sebelumnya dikelola Chevron Indonesia Co. (CICo). Penyerahan pengelolaan WK ini dilaksanakan setelah kontrak operator CICo berdasarkan production sharing contract (PSC) WK East Kalimantan dan Attaka berakhir pada 24 Oktober 2018. 

WK East Kalimantan-Attaka memiliki 15 lapangan yaitu Attaka, Melangin, Kerindingan, Serang, Sapi, Santan, Sepinggan, Sedandang, Seguni, Sejadi, Yakin, Mahoni, Bangkirai, Seturian, dan Pantai.

Data pada akhir September 2018, produksi minyak dan kondensat WK East Kalimantan-Attaka sebesar 13.220 bph dan gas sebesar 69,44 MMscfd.

Saat ini, WK East Kalimantan-Attaka merupakan lapangan yang berada pada fase produksi V atau fase decline (penurunan produksi) lanjut. Perkiraan kumulatif produksi WK East Kalimantan-Attaka sebesar 1 Billion Barel Oil (BBO) dan  3 Trillion Cubic Feet (TCF).

Dengan kondisi tersebut,  Pertamina, berupaya untuk menahan laju produksi pada 2018, dengan merencanakan 10 workover dan 59 well services di estimasi untuk produksi rata-rata perhari pada 2018 sebesar 73.3 juta kaki kubik per hari (MMscfd) untuk gas dan 13.291 barel per hari (bph) untuk minyak.

Pada 2019, Pertamina merencanakan pengeboran 3 sumur di kuartal ke 4, 37 workover dan 308 well services yang di estimasi untuk produksi rerata perhari di tahun 2019 sebesar 59.4 MMscfd  untuk gas dan 10.639 bph untuk minyak.

PHKT juga menganggarkan investasi dengan komitmen pasti investasi selama 3 tahun pertama sebesar USD 79,3 juta. Untuk menjaga keberlanjutkan operasional WK East Kalimantan-Attaka setelah 24 Oktober 2018, PHKT juga telah menyerap 727 pekerja CICo untuk bergabung di PHKT serta penandatanganan kontrak-kontrak pendukung aktivitas operasional baik melalui metode  mirroring kontrak  maupun pengadaan baru sekitar 200 kontrak.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓