Bulog: Stok Beras Saat Ini Capai 2,7 Juta Ton

Oleh Merdeka.com pada 24 Okt 2018, 15:54 WIB
Diperbarui 24 Okt 2018, 15:54 WIB
20160608-Gudang Bulog-Jakarta- Johan Tallo
Perbesar
Pekerja memanggul karung Beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6). Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,1 juta ton. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mencatat stok beras Indonesia di gudang milik perseroan saat ini mencapai 2,7 juta ton. Beras ini berasal dari pengadaan dalam negeri sebesar 950 ribu ton dan impor sebesar 1,85 juta ton.

"Dengan adanya pengadaan luar negeri yang sekarang masuk ini, kurang lebih stok Bulog mendekati nanti kalau total semua sama impor masih di atas 2,5 juta ton, jadi hampir 2,7 juta ton," ujar Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (24/10/2018).

Bachtiar menjelaskan, impor sebanyak 2 juta ton yang disetujui pada rapat koordinasi terbatas (rakortas) pada awal tahun tidak seluruhnya dimasukkan ke dalam negeri. Hal ini karena stok pengadaan dalam negeri telah mencukupi.

"Impor sudah diputuskan melalui rakortas yang dipimpin oleh Menko Perekonomian (Darmin Nasution) jadi yang masuk 1,85 juta bukan 2 juta. Ini prosesnya sedang berjalan. Kami sudah hampir 1,5 juta ton ini sudah masuk gudang. Dan sebagian masih dalam pengangkutan masuk gudang," jelasnya.

Lebih lanjut, Bachtiar mengatakan, stok pengadaan dalam negeri masih akan terus bertambah. Saat ini, 950 ribu ton stok beras terdiri dari beras jenis premium sekitar 150 ribu ton dan 800 ribu ton merupakan beras jenis medium.

"Pengadaan dalam negeri yang ada di Bulog sekarang kurang lebih masih ada 800 ribu ton. Ini pengadaan dalam negeri. Terus berikutnya, stok beras premium juga punya. Beras premium, sekitar 150 ribu ton. Nah ini, berbentuk beras premium. Jadi sebenarnya, untuk stok dalam negeri kita ya beras premium medium kurang lebih hampir 950.000 ton atau setara hampir mendekati 1 juta," jelasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com