Industri Film Nasional Tumbuh 100 Persen

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 23 Okt 2018, 14:45 WIB
Diperbarui 23 Okt 2018, 14:45 WIB
Dorong Produk UMKM Melalui Pasar Kita
Perbesar
Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pasar Kita oleh Sahabat UMKM di Lippo Mall Puri, Jakarta, Sabtu (10/3). Kegiatan Pasar Kita akan berlangsung pada tanggal 10-11 Maret. (Liputan6.com/Pool)

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terus dibangkitkan di masa kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Juauf Kalla (JK). Tak heran, jumlah pekerja dan penikmat industri kreatif ini mengalami peningkatan, seperti di industri perfilman nasional.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mengaku industri perfilman dalam empat tahun ini mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini terlihat dari jumlah penonton yang melonjak drastis.

"Jumlah penonton film nasional 2015 itu 16 juta orang, sedangkan pada 2017 menjadi 42 juta orang. Berarti banyak sarana infrastruktur yang harus kita bangun," kata Triawan di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).

Di awal masa kerjanya, Triawan melakukan deregulasi besar-besaran di industri kreatif ini, seperti yang menyangkut perfilman. Pendirian bisokop misalnya, kini persyaratannya dipermudah dan investor asing bisa berinvestasi dalam hal ini.

Hasilnya, berdasarkan Katalog Film Indonesia (KFI) pada akhir 2017, sudah ada 263 gedung bioskop dari enam jaringan bisnis dengan total layar sebanyak 1.412 di Indonesia. Jumlah ini 2 kali lipat lebih banyak dibandingkan lima tahun lalu.

 

2 dari 3 halaman

Harus Merata

[Bintang] Triawan Munaf
Perbesar
Peluncuran Komik Keumalahayati (Nurwahyunan/bintang.com)

Mayoritas bioskop ini berada di Pulau Jawa, yaitu 183 bioskop dengan 988 layar atau sekitar 70 persen dari total layar. Paling banyak adalah DKI Jakarta dengan 54 bioskop, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.

Dari 99 kota dan 416 kabupaten di seluruh Indonesia, baru 58 kota dan 21 kabupaten yang memiliki bioskop.

"Kita ingin menjadi leader di dunia. Ekonomi kreatif juga harus jadi balancer dunia analog dan digital. Di film kita menyeimbangkan pertumbuhan pesat analog di bioskop dan nonton film di HP. Kita selalu jaga balance itu," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓