Dampak Langsung Asian Games 2018 ke Ekonomi Capai Rp 40,6 Triliun

Oleh Merdeka.com pada 16 Okt 2018, 16:00 WIB
Diperbarui 16 Okt 2018, 16:00 WIB
Wow, Pesta Kembang Api Menakjubkan Semarakkan Pembukaan Asian Games 2018
Perbesar
Pesta kembang api menyemarakkan upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Pasca sebulan dilaksanakannya Asian Games 2018, Kementerian PPN/Bappenas merampungkan Studi Dampak Ekonomi Asian Games 2018.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018 ke ekonomi mencapai Rp 40,6 triliun.

"Nah totalnya inilah yang membentuk angka Rp 40,6 triliun. Ini dampak langsung yang artinya spending yang langsung masuk ke dalam sistem perekonomian," kata Bambang di kantornya, Selasa (16/10/2018).

Survei Bappenas dan LPEM FEB UI mencatat pengeluaran pengunjung Asian Games sebagian besar untuk belanja suvenir, hotel, dan makanan minuman.

"Total pengeluaran wisatawan mancanegara sebesar Rp 1,9 triliun dan total pengeluaran wisatawan nusantara sebesar Rp 1,8 triliun," ujarnya.

Angka tersebut didapat dari rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara selama 13 hari dan wisatawan nusantara asal luar kota selama 3 hari.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Dampak Sejak Persiapan

Wow, Pesta Kembang Api Menakjubkan Semarakkan Pembukaan Asian Games 2018
Perbesar
Pesta kembang api menyemarakkan upacara pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8). (Bola.com/ Iqbal Ichsan)

Menurut data kolektif yang didapat dari Survei Bappenas & LPEM FEB UI, INASGOC, SIMonAG, Kementerian PUPR, Pemprov & Bappeda DKI Jakarta, Pemprov & Bappeda Sumatera Selatan, dan Mobile Positioning Data (MPD) Telkomsel, dampak ekonomi langsung Asian Games dalam periode 2015-2018 atau sejak persiapan hingga pelaksanaan, adalah Rp 40,6 triliun.

Dari angka tersebut, Rp 29,1 triliun berasal dari investasi konstruksi (2015-2018), operasional penyelenggaraan sebesar Rp 7,8 Triliun (2015-2018), dan pengeluaran wisman dan wisnus senilai Rp 3,7 Triliun (2018).

“Adanya Asian Games membuat pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan meningkat sekitar 0,05 persen dari pertumbuhan baseline. Ini memberikan dampak yang cukup membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Tahun 2018 saja, ada penciptaan nilai tambah sebesar Rp 8,2 triliun, sedangkan total nilai tambah keuntungan ekonomi riil yang tercipta dalam periode 2015-2019 adalah Rp 22,3 triliun. Dengan demikian, efek pengganda terhadap Output Perekonomian 2015-2019 adalah senilai Rp 42,4 triliun,” tutupnya.

Studi dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai metode analisis, termasuk survei lapangan dengan responden sebanyak 2630 orang, analisis model Computable General Equilibrium (CGE), analisis dengan menggunakan Big Data yang meliputi analisis pengunjung Asian Games 2018 dengan menggunakan Mobile Positioning Data dan analisis dampak kemacetan dengan menggunakan google map, studi kasus untuk menelaah dampak Asian Games terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta analisis kualitatif lainnya.

Pengunjung Asian Games 2018 tercatat berasal dari 45 negara. Sebanyak 45 cabang olahraga dilaksanakan dan diikuti oleh 11.326 atlet, dengan melibatkan 11.567 volunteer dan 6.000 officials, dan diliput oleh 7.000 media. Asian Games 2018 berhasil mengundang kedatangan 1,7 wisatawan domestik dan 78.854 wisatawan mancanegara.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya