Chatib Basri: Indonesia Harus Tetap Jadi Bagian Dunia

Oleh Bawono Yadika pada 14 Okt 2018, 20:15 WIB
Chatib Basri 2

Liputan6.com, Jakarta Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, Indonesia harus tetap menjadi bagian untuk terlibat pada berbagai kegiatan atau keanggotaan lembaga besar dunia di masa depan.

Ini mengingat Indonesia bakal masuk menjadi 10 negara besar di dunia pada tahun 2045. "Biar bagaimanapun Indonesia harus tetap menjadi bagian dunia. Baik itu Bank Dunia, IMF, PBB, UN, dan juga ESCAP," ujar dia seperti dikutip Minggu (14/10/2018).

Chatib menambahkan, Indonesia diprediksikan akan menjadi negara dengan ekonomi keempat terbesar pada tahun 2045 yang akan datang itu.

"2045 ini Indonesia bakal jadi satu dari sepuluh negara besar di dunia yakni the fuorth largest economy. Bayangkan kalau Indonesia jadi bagian negara besar di dunia tapi bukan bagian dari dunia lagi? Kan nggak mungkin. Jadi tentu harus kita lakukan," jelasnya.

Meski begitu, sebagai negara yang merdeka, Indonesia berhak menentukan pilihan pada yang menjadi fokus utama bangsa. Termasuk didalamnya jika tidak ingin menjadi bagian negara besar nantinya.

"Persoalanya adalah jika enggak setuju, kita bilang enggak setuju. Jika kita lihat memang ini sesuai dengan agenda kita, maka kita support. Sebagai bangsa yang berdaulat tentunya kita boleh menentukan apa yang kita mau dan apa yang kita tidak mau," tandasnya. 

 
 
2 of 2

Pujian Lagarde buat RI yang Sukses Gelar Pertemuan IMF-Bank Dunia

Bergandeng Tangan, Pertemuan IMF-Bank Dunia Resmi Ditutup
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengacungkan jempolnya saat penutupan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10). Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia berlangsung pada 8-14 Oktober 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Managing Director International Monetary and Fund (IMF), Christine Lagarde mengungkapkan apresiasi untuk penyelenggaraan Pertemuan IMF-Bank Dunia, di Nusa Dua yang berlangsung pada 8-14 Oktober 2018.

Ia mengapresiasi persiapan yang dilakukan panitia. Persiapan dinilai begitu matang dan dilakukan dalam waktu lama. Persiapan tersebut yang menjadikan acara yang berlangsung sejak 8 Oktober dapat berjalan dengan lancar.

Hal tersebut kata Lagarde, memberikan kesan yang sangat mendalam bagi para peserta, termasuk dirinya.

"Seperti pesta pernikahan. Persiapan dilakukan dalam waktu yang sangat-sangat lama," kata dia dalam Konferensi Pers penutupan IMF-World Bank Annual Meeting, di Nusa Dua, Bali, Minggu (14/10/2018).

"Dan kita ingin melakukan lagi," ujarnya diiringi tepuk tangan peserta konferensi.

Lagarde mengaku mendapatkan banyak pengalaman mengesankan sepanjang perhelatan. Salah satunya mendengar sambutan presiden Jokowi yang luar biasa.

"Saya mengunjungi Lombok, tanam coral dan presentasi Jokowi dengan kreatif dalam menyampaikan," ujar dia.

"Terima kasih dari hati yang paling dalam. IMF adalah teman Indonesia," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓