Karyawan Bank Sentral Thailand Galang Dana Buat Korban Gempa Palu

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 13 Okt 2018, 17:15 WIB
Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand - BoT) menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam di Indonesia. (Dok BI)

Liputan6.com, Nusa Dua - Di sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali, Bank Sentral Thailand (Bank of Thailand - BoT) menyerahkan bantuan untuk korban bencana alam di Indonesia. Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Gubernur Veerathai Santiprabhob kepada Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Bantuan tersebut merupakan sumbangan yang dikumpulkan dari pegawai BoT, sebagai bentuk simpati atas musibah yang dialami masyarakat Indonesia.

"Pengalaman tsunami di Thailand membuat kami memahami duka mendalam yang dirasakan masyarakat Indonesia saat ini," kata Gubernur BOT Santiprabhob di Nusa Dua, Sabtu (13/10/2018).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BoT.

"Kami berjanji akan menyalurkan bantuan sebaik-baiknya, seiring bantuan yang telah dan terus akan diberikan Bank Indonesia untuk rehabilitasi pascbencana," tambah dia.

Penyerahan bantuan Bank Sentral Thailand untuk korban bencana di Indonesia kembali menjadi bukti kentalnya solidaritas antarnegara dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 3

Pencairan Pinjaman ADB untuk Pulihkan Palu Tak Akan Berlebihan

Wapres Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB António Guterres  kunjungi Palu (Dok. BNPB)
Wapres Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB António Guterres kunjungi Palu (Dok. BNPB)

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi komitmen dari Asian Development Bank (ADB) yang menyiapkan dana USD 1 miliar demi pemulihan Palu dan Donggala pasca terkena gempa dan sunami. Dana USD 1 miliar ini bersumber dari hibah dan utang.

Hanya saja, JK memastikan bahwa penggunaan dana standby dari ADB ini akan sesuai porsinya dan tidak akan berlebihan.

"Dari ADB, kami juga menerima bantuan dan pinjaman jangka panjang sesuai kebutuhan kami, tidak akan berlebihan, mekanismenya seperti biasa saja," kata JK di Nusa Dua, Sabtu (13/10/2018).

Pemerintah Indonesia dan ADB saat ini tengah menhirimkan tim untuk mendata mengenai apa saja kebutuhan di Palu dan Donggala dalam mempercepat rekaonstruksi dua wilayah itu.

"Tentu kita akan cairkan dana dari ADB ini, kalau dibutuhkan," tegas Jusuf Kalla.

 

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓