Menteri Jonan Dorong PLN Ganti Bahan Bakar Pembangkit Diesel dengan CPO

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 09 Okt 2018, 15:09 WIB
Diperbarui 09 Okt 2018, 15:09 WIB
Menteri ESDM dan Mantan Menkeu Jadi Keynote Speech Transformational Business Day
Perbesar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Ignasius Jonan menyampaikan penjelasan saat menghadiri Transformational Business Day: Indonesia Energy, Gas & Renewables di Jakarta, Rabu (14/3). (Liputan6.com/Arya Manggala)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong penggantian bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), dari solar menjadi minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO).

Jonan ‎telah menginstruksikan PT PLN (Persero) selaku operator kelistrikan di Indonesia, untuk mengganti bahan bakar PLTD dengan total kapasitas 1.800 Mega Watt (MW), dari solar menjadi minyak kelapa sawit.

"Kami telah menginstruksikan PLN untuk mengubah setidaknya 1.800 MW mesin diesel menjadi 100 persen CPO," kata Jonan, saat membuka forum bisnis Indonesia Finlandia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Jonan pun menginginkan, penggantian bahan bakar fosil menjadi bahan bakar nabati pada pembangkit listrik tersebut, dapat diterapkan tahun ini. ‎"Kami harap bisa dilakukan tahun ini. This is real," ujar dia.

Ignasius Jonan mengungkapkan, pada sektor transportasi pemerintah telah menetapkan kebijakan pencampuran 20 persen biodiesel ‎dengan solar (B20). Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga dapat menghemat devisa.

"Kami sudah terapkan B20, ini tantangan terbesar dan termasuk isu logistik dan transportasi, tetapi kami tetap jalankan terus program ini," kata dia.

 

 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Kementerian BUMN Dorong Sumber Alternatif

Menteri BUMN Rini Soemarno
Perbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

‎Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno juga telah ‎mengarahkan, PT PLN (persero) mencari sumber energi alternatif untuk melistriki wilayah Papua dengan cepat. Salah satunya memakai minyak kelapa sawit.

Rini mengatakan telah berbicara dengan Direktur Perencanaan Koorporat PLN Syofvi Felienty Roekman, ada mesin pembangkit yang menggunakan bahan bakar 100 persen minyak sawit.

‎"Tadi bicara dengan Bu Syofvi ada 100 persen mesin pakai minyak kelapa sawit," kata ‎Rini, di Jayapura, Papua, seperti ditulis Sabtu, 25 Agustus 2018.

Rini mengungkapkan, saat dirinya akan mendarat di Papua, terlihat hamparan kebun kelapa sawit. Dia pun berharap sumber daya alam tersebut bisa dimanfaatkan untuk sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik.

"Saya lihat tadi dari atas banyak kebun kelapa sawit semoga bisa termanfaatkan," tutur dia.

Rini menuturkan, dengan menggunakan sumber energi sesuai dengan potensi di wilayah, diharapkan Papua bisa lebih cepat terlistriki. "Sehingga bisa cepat melistriki Papua ini," ujar dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓