Pertamina Kirim Mobil Tangki Berkapasitas 16 Ribu Liter ke Palu

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 08 Okt 2018, 18:10 WIB
Diperbarui 09 Okt 2018, 22:15 WIB
Pertamina menerbangkan 2 mobil tangki untuk membantu operasional distribusi BBM di Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Humas Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) mengirim mobil tanki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) berkapasitas 16 ribu liter ke Palu, Sulawesi Tengah menggunakan pesawat Airbus A400 milik Pemerintah Malaysia.

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Air Alicia Irzanova mengatakan, pasca bencana gempa bumi dan tsunami, Pertamina telah mengirimkan‎ bantuan dan fasilitas penyaluran BBM ke Palu. Ini diantaranya mobil tanki BBM berkapasitas 16 ribu liter yang diterbangkan dari Jakarta langsung ke Palu.

Dalam pengiriman, mobil tersebut tidak diisi BBM, karena keterbatasan daya angkut dan menjaga keamanan.

‎"Minggu kirim mobil tanki 16 ribu liter dari Jakarta langsung ke Palu,"‎ kata Alicia, di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Mobil tanki tersebut dikirim menggunakan pesawat Airbush A‎400 pada Minggu (7/10/2018). Pelita Air sebagai anak usaha Pertamina berperan sebagai koordinator kerjasama operasi.

Sebelum mobil tanki BBM berkapasitas ‎16 ribu liter, Pertamina juga mengirim mobil tanki berkapasitas 5 ribu liter dari Jakarta ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kemudian mobil tanki yang dilengkapi dengan dispenser tersebut dikirim menggunakan kapal laut ke Palu.

‎"Mobil tanki BBM dilengkapi dispanser 5 ribu liter dikirim ke Balikpapan dari Jakarta‎," tutur Alicia.

Sebelumnya, Direktur Pemasaran Retail Mas'ud Khamid mengatakan, dalam pekan pertama masa tanggap darurat, Pertamina telah mengoperasikan 41 SPBU Portable dengan mesin engkol.

Pertamina juga sudah melayani BBM dengan mobile dispenser atau truk tanki yang memiliki nozzle. Pada Sabtu (6/10/2018) sudah ada dua tangki dispenser, rencananya akan datang kembali 10 unit tangki dispenser.

Selain layanan mobil tangki dispenser, lanjut Mas’ud, Pertamina juga telah melayani penjualan BBM kemasan 5 liter untuk motor dan Kemasan BBM 10 liter untuk Mobil. Harga jual sama dengan harga di SPBU, dengan pola pelayanan mengadopsi masa Satgas Ramadhan Idul Fitri lalu.

“Pertamina mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah bersedia antri dengan tertib. Kami harap masyarakat tenang dan mengisi BBM secukupnya. Pertamina akan terus berupaya, apapun caranya untuk melayani kebutuhan BBM masyarakat, yang penting tertib tetap menjaga standar keamanan dan keselamatan di area SPBU,” dia menandaskan.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 2

5 SPBU di Palu Siap Layani Pelanggan 24 Jam

Pertamina hingga Jumat (5/10/2018) ini terus mengirimkan 4 tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 11,2 juta liter via jalur laut menuju Donggala, Sulawesi Tengah. (Dok Pertamina)
Pertamina hingga Jumat (5/10/2018) ini terus mengirimkan 4 tanker pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 11,2 juta liter via jalur laut menuju Donggala, Sulawesi Tengah. (Dok Pertamina)

PT Pertamina (Persero) mulai mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)‎ selama 24 jam, sehingga pemenuhan kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat dioptimalkan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region VII, Roby Hervindo, mengatakan‎ setelah dilakukan pengecekan kondisi SPBU selama beberapa hari, SPBU di Jalan Dewi Sartika, Palu akhirnya bisa beroperasi kembali, sejak Minggu 7 Oktober 2018  SPBU dengan nomor 74.942.07 ini, dipastikan bisa beroperasi selama 24 jam. 

"SPBU Dewi Sartika telah kami uji coba buka 24 jam sejak hari Minggu (7/10/2018)," kata Roby, di Jakarta, Senin (8/10/2018).

‎Guna mendukung operasional SPBU Dewi Sartika, telah disiapkan BBM tiga kali lipat dari kebutuhan harian normal. yaitu Pertalite sebanyak 16 ribu liter dan Premium 16 ribu liter, jadi total hari ini sudah 48 ribu liter.

Roby menuturkan, upaya tersebut dilakukan Pertamina untuk menjaga kelancaran pendistribusian BBM ke masyarakat. Dengan demikian, warga Palu bisa membeli BBM kapan pun membutuhkannya, tanpa khawatir pasokan habis. 

Untuk memastikan kelancaran pelayanan dan pasokan BBM, akan dikontrol rutin oleh para sales executive yang diterjunkan ke Palu dari beberapa daerah, demikian juga dengan operator SPBU didatangkan dari beberapa daerah yang ditugaskan secara bergilir.

"Kami juga menyiagakan infrastruktur tambahan yakni mobil tangki dispenser (mobile dispenser) serta SPBU portable untuk mempercepat pelayanan konsumen," tambah Roby.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by