Begini Rencana Suntik Modal Bank Muamalat oleh Ilham Habibie Cs

Oleh Bawono Yadika pada 08 Okt 2018, 17:12 WIB
muamalat-strategi130429b.jpg

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Muamalat Tbk (BBMI) akan terus berkordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memenuhi kebutuhan permodalan. Konsorsium investor yang dipimpin oleh Ilham Habibie telah menyatakan komitmennya untuk menyuntikan modal sebesar Rp 2 triliun melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas (PUT) saham atau right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Komisaris Independen Bank Muamalat Iggi H. Achsien berharap, right issue dapat selesai pada akhir tahun 2018. Perusahaan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2018.

"RUPSLB tanggal 11 Oktober itu adalah pembaharuan izin pelaksanaan right issue. Berapa besar? Rp 2 triliun. Kita harapannya bisa selesai di akhir tahun ini," tuturnya di Jakarta, Senin (08/10/2018).

Kata Iggi, Samuel Sekuritas ditunjuk perusahaan sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter. "Cuma satu saja underwriter, enggak usah banyak-banyak," jelasnya.

Bank Muamalat akan melepas 20 miliar saham dalam pelaksanaan right issue tersebut.

"20 miliar lembar saham yang dilepas, right issue ini pastinya adalah setoran berupa fresh cash yaitu dari calon investor sebagai standby buyer ke sini. Kami akan terus koordinasi dengan OJK," pungkasnya.

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 3

Ilham Habibie dan Arifin Panigoro Cs Siap Suntik Dana ke Bank Muamalat

120528bbank-muamalat.jpg
Bank Muamalat

Permodalan PT Bank Muamalat Tbk akan bertambah. Sebuah konsorsium berencana menyuntikkan sejumlah dana untuk memperkuat modal perbankan syariah tersebut. 

Komisaris Utama Bank Muamalat Ilham Habibie diketahui memimpin konsorsium investor yang terdiri dari dirinya sendiri, Arifin Panigoro, Lynx Asia dan SSG Capital.

“Bank Muamalat sebagai bank pertama murni syariah yang memiliki nilai historis dan emosional bagi umat Islam di seluruh Indonesia, oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mempertahankan keberadaannya," jelas Ilham Habibie, Rabu (3/10/2018). 

 Ilham Habibie mengungkapkan jika konsorsium akan melakukan serangkaian penguatan dimana salah satunya penyuntikan dana segar melalui langkah right issue.

Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana turut memberikan responnya. "Dengan adanya kepastian konsorsium investor yang telah masuk tentunya akan sangat membantu penguatan Bank Muamalat saat ini dan rencana bisnis kedepannya," jelas dia.

Dia pun mengaku yakin jika dengan kehadiran Ilham Habibie yang memimpin konsorsium investor akan memberikan keyakinan kepada para nasabah dan pemangku kepentingan Bank Muamalat.

Sebagai bagian dari rencana penguatan Bank Muamalat, pada 11 Oktober 2018 akan dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan salah satu agendanya adalah right issue.

“Ke depannya, perseroan optimis bahwa permodalan Bank Muamalat akan semakin kuat dan stabil, sehingga upaya perseroan untuk melakukan ekspansi pembiayaan dapat berjalan dengan baik,” tutup Permana.

Sementara itu, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot sebelumnya menyatakan siapapun boleh menjadi investor Bank Muamalat sepanjang kredibel dan memiki fresh money. Ini menanggapi kabar terkait dengan rencana masuknya investor dalam rangka penambahan modal Bank Muamalat. 

Hal lain, dia menambahkan, investor tersebut harus menempatkan sejumlah uang dalam escrow account di Bank Muamalat sesuai kesepakatan dengan otoritas. Terakhir bank harus segera melakukan RUPS untuk menetapkan investor tersebut.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait