Japan Airlines Terbang dari Terminal 3 Bandara Soetta Mulai 26 Oktober

Oleh Pramita Tristiawati pada 05 Okt 2018, 21:15 WIB
Diperbarui 11 Okt 2018, 17:57 WIB
Japan Airlines

Liputan6.com, Jakarta - Japan Airlines atau dengan kode penerbangan JAL, akan berpindah operasional dari Terminal 2 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 26 Oktober 2018.

Japan Airlines akan mulai beroperasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada saat kedatangan JL725 tujuan Tokyo/Narita - Jakarta tanggal 26 Oktober 2018 pukul 16.50 WIB. Sementara keberangkatan pesawat JL720 Jakarta-Tokyo/Narita pada tanggal 26 Oktober 2018 jam 06.45 WIB masih di Terminal 2.  

"Seluruh persiapan operasional akan dimaksimalkan agar pelayanan lebih prima di Terminal yang memiliki Panjang 2,5 Km dan daya tampung 25 juta penumpang," ujar Executive General Manager, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (Persero), M Suriawan Wakan, Jumat (5/10/2018).

Didukung dengan berbagai fasilitas berteknologi canggih dan modern, Wakan optimis Terminal 3 akan menjadi pemicu berkembangnya Japan Airlines  dalam berbagai aspek. Sebab, Terminal 3 kini telah berkelas dunia, contohnya telah tersedia mesin penanganan bagasi otomatis atau Baggage Handling System (BHS) yang memiliki pendeteksi keamanan sampai level 5, mesin check-in mandiri,  CCTV yang terpasang di 600 titik dan WiFi.

Untuk konektifitas Terminal 3 juga tersedia, mulai dari shuttle bus hingga Skytrain yang siap mengantar penumpang dari satu terminal ke terminal lain di Bandara Soekarno-Hatta.

Begitu pun hotel, PT Angkasa Pura II (Persero) saat ini sedang membangun hotel transit yang berkapasitas 150 kamar hotel di Internasional.  Sedangkan yang telah dihadirkan saat ini yakni hotel kapsul di Terminal 3 sebanyak 120 unit sejak 10 Agustus 2018.

“Berbagai persiapan telah kami lakukan dalam perpindahan operasional ini. Kami antusias menyambut perpindahan Japan Airlines ke Terminal 3,” ujar Wakan. 

Peningkatan pelayanan terjadi karena secara terus menerus PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka peningkatan kapasitas penumpang dan pesawat.

 “Langkah ini (perpidahan maskapai)  seakan menandai pertumbuhan konektivitas yang secara terus menerus meningkat dan semakin bersaing sebagai bandara di dunia yang menjadi kebanggaan Negara Indonesia,” tutup Wakan. (Pramita Tristiawati)

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.