Masa Depan Pasar Modal RI Ada di Tangan Generasi Milenial

Oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaAgustina Melani pada 05 Okt 2018, 20:48 WIB
(Foto:Liputan6.com/Maulandy R)

Liputan6.com, Jakarta - Head of Operation Prime Academy Indonesia, Wayne Ramschie, menyatakan masa depan dunia pasar modal Indonesia berada di tangan generasi milenial. Oleh sebab itu, ia berinisiatif mengajak kaum muda bangsa untuk mau belajar berinvestasi.

Dia mengatakan, sebanyak 10 persen dari total populasi peserta didik di bawah Prime Academy Indonesia saat ini merupakan golongan milenial.

"Kita sudah jalan edukasi 4 bulan. Mereka lebih cepat belajar dari orang tua, lebih cepat nyerapnya. So far, mereka sudah tahu meminimalisir risiko yang baik," ungkap dia di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Akan tetapi terkadang, Wayne mengatakan, semangat anak muda masih terlalu menggebu-gebu dan kurang perencanaan. "Masuk open market sembarangan, kadang lost. Mereka suka enggak sadar," ujar dia.

"Jadi emosi harus dikontrol, psikologis harus dikontrol. Tapi so far mereka interested, dan perkembangan pesat untuk milenial," dia menambahkan.

Wayne menyampaikan, ia mengagumi kecepatan belajar pada anak muda yang sudah mampu memahami materi hanya dalam waktu dua bulan. Dia juga mengimbau agar generasi milenial pada awalnya tidak terburu-buru untuk meraih keutingan.

"Kalau mau profit pun jangan grasak grusuk. Profit 4 persen lumayan dua bulan. Yang penting mereka mau sabar belajar dan fokus. Daripada ikut kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu penting," kata dia.

Sebab, menurut dia, kaum milenial ini lah yang ke depan akan memainkan peranan dalam dunia pasar modal Indonesia. "Karena dalam waktu 30 tahun ke depan mereka yang akan memegang peran untuk menjalankan pasar kita," ujar dia.

 

 

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 of 2

Beri Edukasi kepada Masyarakat Menengah Bawah

20151113-Ilustrasi Investasi
lustrasi Investasi Penanaman Uang atau Modal (iStockphoto)

Prime Academy Indonesia coba mengajak masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah untuk belajar bagaimana cara berinvestasi tanpa dipungut biaya alias gratis.

Bentuk pengajaran yang ditekankan yakni mengenal bentuk risiko investasi di pasar modal.Head of Operation Prime Academy Indonesia, Wayne Ramschie, menyatakan lembaga ini hadir sebagai bentuk jawaban atas program Yuk Nabung Saham yang seolah belum berjalan dengan baik.

"Kami hadir pada 2015 setelah adanya program pemerintah Yuk Nabung Saham tapi seolah tidak jalan. Kami kayak merasa gemas di situ. Daripada banyak pelaku pasar yang main di pasar online tapi enggak jelas, kita ambil langkah untuk mengedukasi mereka," ujar dia di Multivision Tower, Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018. 

Dia melanjutkan, pihaknya akan mengajarkan berbagai jenis tipe aset investasi, mulai dari perusahaan pialang berjangka atau forex, saham, hingga index.

Dia menyebutkan, misi pihaknya ialah agar masyarakat lapisan terbawah yang kini telah mengenal teknologi mau belajar soal investasi. Ia mengatakan, Prime Academy Indobesia Telah melakukan soft campaign, baik melalui media sosial hingga menyambangi banyak daerah agar warga mau mengikuti pembelajaran ini secara gratis.

"Kami meramu materi-materi yang bisa kami berikan kepada masyarakat dengan cara yang sederhana agar hal yang terasa sulit bisa diramu dengan mudah oleh masyarakat. Itu supaya banyak yang tidak terjebak investasi bodong," paparnya.

Adapun nilai utama edukasi yang diberikan Prime Academy Indonesia yakni mengenal bentuk risiko dalam berinvestasi. Wayne menuturkan, itu adalah pembelajaran paling fundamental agar masyarakat bisa berinvestasi dengan baik.

Prime Academy Indonesia sendiri telah bekerjasama dengan HST Hedge Capital untuk memberikan garansi kepada peserta didik yang merugi saat baru mulai investasi. Besaran garansi yang akan diberikan yakni senilai dengan besaran defisit yang harus ditanggung peserta didik.

Wayne menargetkan mampu meraih 100 ribu peserta didik untuk 3 tahun ke depan. Dia menyampaikan, siapapun yang mau mengenal lebih jauh soal cara berinvestasi di pasar modal bisa coba bergabung untuk menjadi peserta didik Prime Academy Indonesia.

"Dalam jangka waktu 3 tahun ke depan, kita mau ada 100 ribu peserta didik di Indonesia yang bisa kita edukasi. Mau itu investor pemula atau yang telah kenyang pengalaman tapi sering merugi, silakan. Siapapun yang mau, kita welcome," tutur dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by
Tragedi Kabut Asap