8 Cara Cepat Jual Baju Preloved, Dijamin Untung!

Oleh Fitriana Monica Sari pada 04 Okt 2018, 08:00 WIB
Diperbarui 25 Sep 2019, 15:17 WIB
[Bintang] Editor Says: Awul-awul adalah Kunci

Liputan6.com, Jakarta - Istilah preloved sekarang ini sudah cukup akrab di telinga. Ya, istilah ini dipakai untuk menyebut barang-barang bekas namun masih layak pakai dan ingin dijual kembali dengan harga yang lebih murah.

Namanya juga barang bekas, tentu peminatnya tidak sebanyak bila barang-barang itu baru. Untuk itu, ada strategi yang harus dilakukan untuk menjual barang-barang preloved ini. Lalu, bagaimana cara agar baju preloved cepat laku?

Berikut tips yang perlu Anda praktikkan agar baju-baju preloved cepat laku dan tidak mengecewakan para pembeli seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Membagi Baju Preloved Menjadi Beberapa Kategori

Sebelum menjualnya, Anda perlu membagi barang-barang preloved ke dalam beberapa kategori sesuai dengan kualitas barang tersebut. Misalnya mengelompokkan barang menurut kategori, seperti baju atasan, baju-baju bawah, kemeja, kaos, dan lainnya. Sehingga Anda akan mudah menetapkan harga jual.

Kemudian kelompokkan juga jenis baju yang memang baru dipakai sekali, atau dua kali, bahkan baju-baju yang sudah dipakai berkali-kali. Untuk baju sekali pakai, Anda bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi ketimbang yang lainnya dan sebaliknya. Intinya, sesuaikan kondisi dan kualitas dengan harga barang agar pembeli tidak kecewa.

2. Cuci dan Seterika Baju Preloved yang akan Dijual

Layaknya baju yang masih baru, baju bekas pun haruslah terlihat rapi saat dijual. Untuk itu, cuci baju tersebut dan seterika dengan baik, sehingga baju preloved Anda tampak bersih, rapi, serta siap dijual. (Baca Juga: Panduan Mengajukan Aplikasi KTA Melalui Cermati.com)

 

* Liputan6.com yang menjadi bagian KapanLagi Youniverse (KLY) bersama Kitabisa.com mengajak Anda untuk peduli korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Yuk bantu Sulawesi Tengah bangkit melalui donasi di bawah ini.

 

 

Semoga dukungan Anda dapat meringankan beban saudara-saudara kita akibat gempa dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah dan menjadi berkah di kemudian hari kelak.

2 of 4

3. Mengambil Foto Baju yang Bagus

Ilustrasi Bayi, Pakaian Bayi, Baju Bayi (iStockphoto)
Ilustrasi Bayi, Pakaian Bayi, Baju Bayi (iStockphoto)

Mengambil foto jangan asal-asalan, tetapi ambil foto dari sisi (angle) yang pas untuk mendapatkan kualitas yang bagus. Perhatikan intensitas cahaya di setiap sudut ruangan, lalu pilih sudut yang memiliki pantulan cahaya terbaik.

Selain itu, perhatikan latar belakang pengambilan gambar. Sebaiknya gunakan latar belakang berwarna putih agar hasil foto tampak lebih terang. Kalau Anda ingin mengedit foto, ciptakan kesan yang natural agar foto terkesan orisinal.

4. Buat Nama yang Paling Menarik untuk Toko

Orang-orang selalu mencari barang yang paling poluler dan dapat menginspirasi gaya berbusana mereka. Buat baju preloved Anda masuk dalam pencarian paling atas. Caranya dengan memberikan nama paling menarik.

Pastikan baju preloved Anda lagi hits di kalangan pembeli. Seperti sekarang, atasan crop lagi populer di kalangan remaja dan orang dewasa. Nah, kalau Anda punya crop top, bisa langsung jual. Dijamin kurang dari 1 minggu, barang tersebut pasti laku terjual.

3 of 4

5. Jual Baju Preloved Lewat Media Sosial

Wanita, Ini 5 Rahasia Belanja Baju Secara Online
Tidak perlu takut belanja online lagi, simak di sini beberapa tips melakukan online shopping dengan aman dan menyenangkan.

Nah, Anda punya sosial media, kan? Anda bisa memanfaatkannya untuk menjual baju-baju bekas Anda. Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Line akan sangat membantu.

Masukkan baju bekas Anda di kategori yang sesuai. Sehingga setiap kali pembeli mengklik kategori tersebut, barang dagangan Anda akan muncul di halaman pertama.

6. Tulis Deskripsi Baju secara Rinci

Tuliskan kondisi baju preloved itu secara jujur agar pembeli dapat membayangkan produk tersebut walaupun belum membelinya. Tuliskan merek produk, kualitas produk, berapa lama digunakan, ukuran dan bahannya secara rinci dalam kolom deskripsi produk. Selain melalui tulisan, deskripsi produk juga bisa ditampilkan melalui gambar supaya tampak lebih jelas. (Baca Juga: Facebook vs Instagram, Mana yang Lebih Baik untuk Bisnis Online?)

4 of 4

7. Cantumkan Alasan Kenapa Baju Tersebut Dijual

[Bintang] Jadwal Sholat, Imsakiyah, dan Buka Puasa Hari ke-9, 25 Mei 2018
Ilustrasi belanja Lebaran di toko online. (iStockPhoto)

Kenapa Anda menjual barang tersebut penting dituliskan dalam kolom deskripsi. Apakah karena Anda salah beli atau sudah punya barang pengganti yang lebih bagus dari barang sebelumnya atau karena barang tersebut tidak cocok, bahkan sekadar sudah bosan.

Misalnya alasan Anda menjual baju karena ukurannya tidak cocok. Nah, Anda bisa menjelaskan di bagian tubuh mana yang terasa sempit atau longgar. Maka calon pembeli menjadi lebih paham pada barang yang akan dibelinya.

8. Jual Baju Preloved dengan Harga yang Sesuai

Tujuan seseorang mencari barang bekas, apa lagi kalau bukan untuk mendapat harga murah. Tetapi, tidak semua barang preloved dibanderol dengan harga murah. Ada juga yang dibanderol dengan harga tinggi dan laku terjual dalam beberapa hari setelah diiklankan.

Kuncinya ada pada kualitas barang. Cantumkan harga sesuai kualitas barang preloved Anda. Apabila barang tersebut baru sekali pakai, bisa mengunggah harga aslinya agar pembeli paham kalau baju yang Anda jual adalah barang bekas yang berkualitas.

Berjualan dengan Jujur itu Penting

Menjual barang bekas sejatinya tidak sulit. Pun demikian, juga tidak mudah bila memang kita tidak tahu cara yang tepat untuk menjualnya. Nah, dengan tips-tips di atas, Anda tidak perlu bingung lagi bila punya banyak baju tak terpakai namun masih layak pakai untuk dijadikan uang. Selaman mencoba!

Lanjutkan Membaca ↓