Pertamina Antarkan 4.000 Liter Solar ke Palu dengan Pesawat

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 01 Okt 2018, 13:52 WIB
Diperbarui 02 Okt 2018, 22:14 WIB
Pesawat AT 802 membawa 4.000 liter solar untuk menyokong bantuan operasional pemulihan pasca bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.  Dok Pertamina.
Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) mengirimkan pasokan solar ke Palu, Sulawesi Tengah, dengan menggunakan Pesawat Air Tractor dari Bandara Juwata Tarakan, Kalimantan Utara. 
 
Pesawat tipe AT 802 itu membawa sebanyak 4.000 liter solar untuk menyokong bantuan operasional pemulihan pasca bencana alam gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.
 
Pesawat yang dioperasikan PT Pelita Air Service dibawa oleh Captain Benjamin. Pesawat berangkat Senin pagi (1/10/2018) pukul  06.45 WITA dari Tarakan dan mendarat di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie, Palu pukul 09.05 WITA. 
 
 
Unit Manager Communication and  CSR Marketing Operation Region VII, Roby Hervindo menyatakan, pasokan solar tersebut dikirim sebagai bentuk aksi tanggap darurat Pertamina dalam upaya memaksimalkan pendistribusian BBM di Palu dan Donggala pasca gempa dan tsunami.
 
Selain mengoptimalkan alih suplai bahan bakar dari Terminal BBM di sekitar Sulawesi, Pertamina juga mengerahkan pengriman BBM dengan menggunakan Pesawat Air Tractor.  
 
Adapun pesawat khusus ini difungsikan untuk mendistribusikan BBM ke wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), khususnya Krayan, Nunukan di Kalimantan Utara dan Puncak Jaya, Papua, dalam rangka program BBM Satu Harga.
2 of 2

Pertamina Salurkan Solar untuk Genset RS dan PLN Pasca Gempa Palu

Terminal BBM Donggala Mulai Salurkan BBM
Pihak Pertamina menyatakan saat ini sudah siap 6 mobil tangki dengan masing-masing kapasitas 16.000 liter untuk didistribusikan ke 4 SPBU di wilayah Palu.

PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar di Rumah Sakit, PLN dan Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD), pasca bencana alam gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara dan tsunami.

BBM jenis Solar akan digunakan untuk mendukung operasional rumah sakit, salah satunya RS Undata Palu yang tidak hanya menangani pasien sakit, tetapi juga korban gempa. Pengoperasian genset di rumah sakit sangat diperlukan untuk menangani pasokan listrik dan peralatan kesehatan.

Dilaporkan di RS Undata terdapat lebih dari 200 korban gempa dan tsunami. Sebagian besar pasien tersebut menderita patah tulang yang terdiri dari pasien dewasa, anak-anak, dan beberapa pasien ibu hamil.

Selain, RS Undata, saat ini Pertamina juga telah mengirimkan BBM yakni Solar 2 ribu liter dan Premium 2 ribu liter untuk kebutuhan RS Parigi, melalui depot Poso. 

"Kami berkoordinasi untuk mendatangkan mobil tangki industri. Saat ini sudah disalurkan 1.500 liter untuk RS Undata Palu, 2.000 liter untuk Kantor PLN Area Palu dan 5.000 liter disalurkan ke Posko Basarnas Palu," kata Unit Manager Communication & CSR Marketing Operation Region VII Roby Hervindo.

Demikian halnya dengan pasokan solar untuk genset raksasa milik PLN guna memulihkan pasokan listrik di sebagian Donggala dan Palu, yang Jumat sore lalu, padam usai gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by