Apresiasi Dubes AS Indonesia Mampu Turunkan Angka Kemiskinan

Oleh Merdeka.com pada 27 Sep 2018, 14:32 WIB
Diperbarui 27 Sep 2018, 14:32 WIB
'US-Indonesia Investment Summit (USIII) 2018' di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (27/9/2018). Dok Merdeka.com/Wilfridus Setu Umbu
Perbesar
'US-Indonesia Investment Summit (USIII) 2018' di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (27/9/2018). Dok Merdeka.com/Wilfridus Setu Umbu

Liputan6.com, Jakarta Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr mengungkapkan bahwa cukup banyak kesuksesan yang dicapai Indonesia paska reformasi tahun 1998. Perkembangan tersebut terjadi baik dalam aspek politik maupun ekonomi.

"Sejarah Indonesia sejak periode reformasi adalah cerita sukses tentang perkembangan sosial dan ekonomi, dan Amerika Serikat bangga bisa berkontribusi terhadap kesuksesan tersebut. Perkembangan ini adalah sesuatu yang dekat dengan keseharian kami, dan kadang hal ini tidak disadari. Jika dipikirkan kembali betapa kontrasnya kondisi Indonesia saat ini dengan beberapa waktu yang lalu," kata dia dalam Pembukaan 'US-Indonesia Investment Summit (USIII) 2018' di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Kamis (27/9/2018).

Menurut Donovan, salah satu perkembangan positif yang berhasil dicetak Indonesia adalah upaya pengentasan kemiskinan.

"Dua puluh tahun yang lalu, kemiskinan dialami hampir 25 persen dari penduduk Indonesia. Saat ini, tingkat kemiskinan kurang dari 10 persen, tingkat kemiskinan terendah dalam sejarah Indonesia," jelas dia.

Selain itu, capaian di sektor layanan umum seperti transportasi pun perlu diapresiasi. Perkembangan pesat sektor transportasi, salah satunya MRT menunjukkan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan.

"Dua puluh tahun lalu, tidak ada kota di Indonesia yang memiliki sistem transportasi masal yang modern, dan Jakarta termasuk kota besar di dunia yang tidak memiliki kereta bawah tanah. Sekarang, kita melihat kemajuan proyek MRT dan jalur layang rel kereta api yang sedang dibangun di beberapa ruas jalan," ujar dia.

Perkembangan teknologi digital Indonesia pun mesti diapresiasi. Dia mengatakan pertambahan jumlah masyarakat Indonesia yang mengakses internet menjadi peluang besar bagi berkembangnya ekonomi digital di Indonesia.

"Dua puluh tahun lalu, kurang dari satu juta penduduk Indonesia, kurang dari 1 persen jumlah populasi, menggunakan internet," jelas dia.

"Saat ini, Indonesia dengan cepat menjadi tempat berkembangnya ekonomi digital, dengan proyek-proyek swasta baru dan kemitraan pemerintah dan swasta seperti Palapa Ring yang memberikan akses internet kepada lebih dari setengah jumlah penduduk di Indonesia, lebih dari 143 juta orang, menurut data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia," imbuhnya.

Karena itulah, dia menegaskan bahwa meskipun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan, tapi Indonesia sudah mencapai titik-titik kesuksesan yang dapat dibanggakan.

"Dalam hal ini dan banyak indikator lain, Indonesia telah menunjukkan catatan kesuksesan dalam hal pembangunan. Tentu saja, banyak yang masih harus dikerjakan, namun tentu saja banyak hal yang Indonesia bisa banggakan," tandasnya.

 

Reporter: Wilfridus Setu Umbu

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Daerah Miskin Makin Banyak, Bill Gates Beri Peringatan

Lip 6 default image
Perbesar
Gambar ilustrasi

Miliarder Bill Gates dan istrinya Melinda sudah terkenal akan komitmen mereka dalam menumpas kemiskinan. Sayangnya, usaha mereka terancam terhambat oleh meluasnya daerah miskin.

Dilansir dari GeekWire, Bill Gates mengakui adanya kemajuan bagus terkait penumpasan kemiskinan, namun kenaikan populasi mempersulit situasi.

"Ini karena perkembangan daerah-daerah termiskin di dunia meningkat lebih cepat ketimbang daerah lainnya; lebih banyak bayi lahir di tempat-tempat di mana susah untuk membawa kehidupan sehat dan produktif," ujar Bill Gates dalam suratnya.

Gates menyebut bahwa jika tren ini berlanjut, maka penurunan orang miskin di dunia akan berhenti. "Dan bisa saja (kemiskinan) malah mulai meningkat," ucapnya.

Bill Gates berusaha mengentaskan tantangan human capital (modal manusia). Caranya dengan memberikan bantuan di negara-negara membutuhkan untuk berinvestasi di pendidikan dan layanan kesehatan.

Anak-anak muda yang berpendidikan dan sehat, menurut Gates, akan mendorong inovasi dan aktivitas ekonomi, sehingga membantu negara berkembang.

Investasi demikian dipandang Gates sebagai hal penting untuk daerah Afrika sub-Sahara. Menurut data IMF, 9 dari 10 negara termiskin di dunia ada di Afrika sub-Sahara.

Bill Gates pun berkomitmen untuk terus menciptakan lebih banyak peluang di negara-negara miskin Afrika namun memiliki perkembangan yang pesat.

Lanjutkan Membaca ↓