Rosan Roeslani Jadi Timses Jokowi, Kadin Dipastikan Tetap Netral

Oleh Bawono Yadika pada 25 Sep 2018, 15:35 WIB
Jokowi-Ma'ruf Amin

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan P Roeslani resmi masuk sebagai tim sukses pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Merespon hal itu, Ketua Bidang Organisasi BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira mengatakan, terpilihnya Rosan sebagai timses tidak akan mempengaruhi netralitas dari segi pengusaha. Hal terpenting, Kadin dari sisi organisasi tetap netral.

"Saya rasa nggak ada masalah, terpilihnya Pak Rosan, kan itu atas nama pribadi bukan atas nama institusi atau Kadin. Yang terpenting organisasinya tetap netral," jelas dia saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (25/9/2018).

Anggawira menilai, Kadin dalam hal ini memang diharuskan untuk tetap independen sebagai wadah pengusaha di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani menyatakan kesiapan menjadi bagian dari tim sukses (timses) Pasangan Calon (Paslon) nomor 1, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

"Memang benar, saya sudah bertemu dan bicara dengan pak Presiden (Jokowi), juga dengan pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara). Hari Jumat saya diberitahu, saya diminta untuk TKN, terutama memberi masukan di bidang ekonomi, perdagangan, industri, investasi, semua yang sesuai dengan bidang kita," ujar dia di kantornya, Jakarta, Senin (24/9/2018).

"Terutama bahwa masukan yang diberikan saya ini implementasinya harus berjalan. Saya  bergerak di sektor riil, jadi itu yang bisa saya sampaikan," tambah dia.

Meski secara tak langsung terlibat dalam hingar-bingar politik, Rosan mengatakan dirinya tetap akan mengambil sikap netral jika sedang bertugas sebagai Bos Kadin.

"Enggak (ngaruh) kok. Mas Sandi (Sandiaga Uno) dulunya adalah wakil ketua saya juga (di Kadin). Semua itu saya sampaikan atas nama pribadi, karena banyak juga ketua Kadin di provinsi yang maju di partai masing-masing. Ada yang dari Gerindra, Golkar, PDIP," urai dia.

"Ini justru indahnya demokrasi. Saya mengerti bahwa masing-masing pasti punya aspirasi, itu silakan saja. Tapi Kadin-nya harus tetep punya posisi yang independen dan netral," tegas dia.

Adapun fokus utama yang hendak ia coba utarakan kepada pasangan nomor urut 1 itu yakni soal penciptaan lapangan kerja. Dia mengucapkan, penyerapan tenaga kerja adalah hal paling utama yang saat ini harus terus dikedepankan.

"Itu yang sangat kita butuhkan, karena penyerapan tenaga kerja kita masih kurang. Saya rasa itu menjadi fokus utama kita, dengan bagaimana kita membuat itu menjadi lebih tinggi dan lebih baik lagi," tutur dia.

 

 

2 of 2

Permintaan Kadin ke Pemerintah

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani.
Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Kepada pemerintah, Anggawira menyarankan, agar dapat menyelaraskan kebijakan maupun proyeksi ekonomi.

"Kalau dari kami ada beberapa koreksi di bidang ekonomi. Misal pertumbuhan ekonomi itu selalu meleset, masalah nilai tukar rupiah, hingga ambiguitas yang dipertontonkan Kemendag dan juga bulog. Ini kemudian dalam konteks ke pengusaha menciptakan ketidakpercayaan," ujarnya.

Oleh karena itu, Angga meminta agar kedepan pemerintah dapat secara pasti meminimalisir ketidakselarasan yang terjadi antar institusi.

"Maka dari itu, kalau bisa pemerintah ada kesamaanlah, di fixed kan begitu, ini catatan bagi kami," ungkapnya.

Anggawira melanjutkan, ia turut mendukung pernyataan Ketum Kadin Rosan terkait penciptaan lapangan pekerjaan melalui kontribusi sektor riil.

"Kita tentu mendukung namun juga pemerintah harus bisa membuat iklim investasi yang kondusif bukan hanya hot money saja karena kan ada CAD yang harus diatasi," kata dia.

Ia pun menekankan, terpilihnya Rosan tetap bukan merupakan masalah yang perlu dikhawatirkan bagi para pengusaha.

"Jadi nggak perlu cemaslah, Ketum HIPMI ini kan mendukung Pak Jokowi, sedangkan saya Pak Prabowo. Tapi nggak ada apa-apa, yang penting organisasinya independen," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓