Bos BEI Yakin IHSG Bakal Kembali ke Level 6.000

Oleh Merdeka.com pada 23 Sep 2018, 14:23 WIB
Diperbarui 23 Sep 2018, 14:23 WIB
IHSG Menguat 11 Poin di Awal Tahun 2018
Perbesar
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi menyatakan, apabila dinamika ketidakpastian perekonomian global dapat diredam, maka indeks harga saham gabungan (IHSG) juga akan bergerak positif.

Inaryo meyakini, apabila hal tersebut mampu dilakukan, maka IHSG dapat tembus di lever 6.000. "Kalau melihat indikasinya memang sepanjang luar itu tidak bergejolak luar biasa, kita tekanannya sudah tidak terlalu besar lagi. Insya Allah di akhir tahun (IHSG) tembus di 6.000 lebih," ujar Inarno saat ditemui di Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta, Minggu (23/9/2018).

Meski demikian, Inarno tidak bisa prediksi pertumbuhan laju IHSG hingga akhir tahun nanti. Yang jelas, kata dia, IHSG ke depan akan tetap stabil dan mampu menembus melewati level 6.000.

"Saya enggak berani bilang berapa-berapanya, tapi mungkin sudah lebih stabil dari sebelumnya," imbuh Inaryo.

Inaryo mengakui, berbagai hantaman dari eksternal memang berdampak dan mempengaruhi terhadap penurunan IHSG. Apalagi dengan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

"Untuk eksternal kami susah prediksi karena perang dagang AS - China juga masih belum mereda. Tapi kalau tidak ada, kami optimistis," terangnya.

Sebagai informasi, meskipun sempat berada di bawah tekanan, laju IHSG bergerak positif sepanjang pekan ini dengan ditutup naik 0,45 persen ke level 5,957.74 poin dari 5,931.28 poin pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar pada pekan ini juga meningkat 0,55 persen ke posisi Rp 6,704.19 triliun dari Rp 6,667.57 triliun.

 

2 dari 2 halaman

Peningkatan pada Pekan Terakhir

Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir mengalami peningkatan sebesar 12,95 persen menjadi Rp 7,29 triliun dari Rp 6,45 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat 5 persen menjadi 9,52 miliar unit saham dari 9,06 miliar unit saham pada pekan lalu.

Rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga mengalami peningkatan, yakni sebesar 13,62 persen menjadi 398,28 ribu kali transaksi dari 350,53 ribu kali transaksi.

Kenaikan tersebut juga salah satunya disumbang oleh investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 1,014 triliun di sepanjang pekan ini dan sepanjang tahun 2018 investor asing telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp 52,78 triliun.

Reporter: Dwi Aditya Putra 

Sumber: Merdeka

Lanjutkan Membaca ↓