Salah Paham, RI Cuma Dapat Tempat Kecil di China International Import Expo 2018

Oleh Bawono Yadika pada 19 Sep 2018, 17:45 WIB
Diperbarui 21 Sep 2018, 17:13 WIB
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Arlinda (Dok Foto : Merdeka.com/Dwi Aditya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan misi dagang dengan China di China International Import Expo (CIIE) 2018. Acara ini berlangsung di  Shanghai pada tanggal 05-10 November.

Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda mengatakan, pada awalnya, Kemendag telah memesan (booking) lahan pameran seluas 1.000 meter persegi (m2) untuk melaksanakan misi dagang di CIIE.

Namun, pihak CIIE pada akhirnya hanya menyetujui Indonesia memperoleh lahan pameran seluas 546 m2.

"Sudah booking 1.000 m2 untuk Shanghai Ekspo, kami ditawarkan sebagai country of owner dimana kita membangun country of owner pavilioun yang sedang disediakan oleh mereka. Namun ternyata peminatnya ini banyak sekali, karena ini trade ekspor terbesar di China," tutur Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Arlinda menjelaskan, batalnya Indonesia mendapatkan lahan pameran sebesar 1.000 m2 itu disebabkan kesalahpahaman oleh China. Itu juga dipersulit dengan regulasi yang cukup rumit dari Negeri Panda tersebut.

"Awalnya mereka kira 1.000 m2 ini untuk semua lahan. Padahal tidak, namun mereka ingin yang daftar ini hanya 546 m2. Akhirnya yang sudah kita bayar, dikembalikan lagi," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Bakal Diomtimalkan

Yamaha
Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), Arlinda, mewakili Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

Meski begitu, Arlinda menekankan, luas lahan pameran dagang sebesar 546 m2 itu akan dimanfaatkan secara optimal. Indonesia pada kesempatan itu pun mendapatkan zona food & agriculture dalam Pameran CIIE 2018.

"Dengan luas itu kita pastikan bahwa ini sudah merupakan perusahaan-perusahaan Indonesia yang kompetitif, punya daya saing yang baik, dan telah berkontribusi besar pada Indonesia," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓