Tekan Defisit, Kemendag Bidik Mitra Internasional lewat Pameran Dagang

Oleh Bawono Yadika pada 19 Sep 2018, 14:42 WIB
(Foto: Liputan6.com/Bawono Y)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berupaya untuk menekan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) RI.

Salah satunya Kemendag akan kembali menggelar pameran dagang atau Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 di ICE BSD City Tangerang pada 24-28 Oktober 2018. 

"Dengan situasi global yang kini penuh ketidakpastian, tentunya kita mengharapkan situasi ini dapat kita manfaatkan untuk mendorong produk-produk RI masuk ke banyak negara. Pasar utama kita itu ada China, Jepang, Amerika Serikat (AS), India dan juga Singapura," tutur Direktur Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda dalam Press Conference di ICE BSD, Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Arlinda menuturkan, Kemendag melalui TEI, menargetkan nilai transaksi perdagangan sebesar USD 1,5 miliar, dengan jumlah visitor sebanyak 28 ribu pengunjung. Kemudian diikuti 1.110 exhibitor atau peserta yang ikut berkontribusi pada Pameran Dagang bertaraf internasional itu.

"Dengan CAD ini, tujuan kita ialah untuk meningkatkan ekspor dan neraca perdagangan. Tugas kita memastikan 2 indikator yakni ekspor dan impor dapat positif supaya pertumbuhan ekonomi kita juga positif atau baik," ujar dia.

"Tak hanya itu, kita coba balancing neraca perdagangan ini dengan mengkontrol impor non-migas. Kita coba lihat ada tidak produk-produk lain yang bisa kita push untuk berkontribusi besar tingkatkan ekspor non-migas," tambah Arlinda.

 

2 of 2

Perbaikan TEI pada 2018

ITE Targetkan Perdagangan International hingga Rp14,6 Triliun
Sejumlah kerajinan tangan berbentuk tas dipamerkan dalam pameran Indonesia Trade Expo (ITE) 2017 di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam rangka meningkatkan transaksi dagang dan mitra kerja sama oleh buyers internasional, Kemendag melakukan beberapa perbaikan pada TEI 2018 ini antara lain sebagai berikut: 

Kemendag akan memperluas zona kuliner untuk mitra prospektif dalam mengeksplorasi TEI 2018. "Kelemahan kita tahun lalu zona kuliner itu cuma ada di hall 1, sekarang kita perpanjang dari hall 1- hall 10. Jadi bagi mereka yang haus atau ingin makan tidak perlu balik lagi ke hall 1. Kami juga ingin genjot potensial produk RI di hall 9," papar Arlinda.

Arlinda menambahkan, setiap hall TEI kini dilengkapi buyer service area untuk melayani kebutuhan para buyer di saat pameran tengah berlangsung.

Sementara itu, dari sisi penjamuan atau hospitality, TEI 2018 akan menyediakan shuttle bus untuk mengakomodir pergerakan pengunjung dari dalam dan luar negeri untuk terlayani secara optimal.

"Jadi kami maksimalkan dengan menjemput buyer dari bandara hingga ke hotel dengan shuttle bus. Di lokasi BSD pun demikian, kami akan fasilitasi dengan shuttle bus ini. Kita juga disupport oleh taksi online dan bluebird," ujar Project Director Debindo Budiarto Linggowiyono.

Sebagai informasi, TEI 2018 ini disponsori oleh dua lembaga BUMN yaitu Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPD-PKS) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kemudian ditunjuk PT Debindo Multi Adhiswasti sebagai Event Organizer (EO).

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Lanjutkan Membaca ↓