Usai Beras, Bulog Bakal Produksi Gula dan Terigu Kemasan Renceng

Oleh Septian Deny pada 14 Sep 2018, 16:45 WIB
Diperbarui 14 Sep 2018, 16:45 WIB
Perum Bulog siap menjual produk terbarunya, beras premium dalam kemasan renceng atau sachet. (Liputan6.com/Septian Deny)
Perbesar
Perum Bulog siap menjual produk terbarunya, beras premium dalam kemasan renceng atau sachet. (Liputan6.com/Septian Deny)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah produksi beras dalam kemasan kecil atau renceng, Perum Bulog juga akan mengeluarkan kemasan serupa untuk gula, tepung terigu dan minyak tanah.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo mengatakan, sejauh ini produk beras renceng yang telah diproduksi oleh Bulog mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Hingga saat ini Bulog telah memproduksi 500 ton beras dalam kemasan 200 gram tersebut.

"Untuk beras, animo sangat bagus. Itu sudah kita distribusikan sampai ke Papua.‎ Yang sudah dilepas ke pasar sekitar 500 ton. Rencananya hingga 10 ribu ton sampai akhir tahun," ujar dia di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Selain beras, lanjut dia, Bulog juga berencana untuk memproduksi gula, tepung terigu dan minyak goreng dalam kemasan sachet. Selain agar harganya lebih terjangkau, kemasan kecil ini dinilai lebih sederhana sehingga masyarakat bisa membeli dalam jumlah yang banyak.

"Gula, tepung terigu, mungkin minyak goreng. Selama ini gula, tepung terigu itu kan kemasan 1 kg. Saya sudah lakukan survei. Masyarakat kalau beli gula ditaruh di toples, kalau 1 kg, masih ada kelebihan, itu bermasalah.‎ Kalau tepung terigu dan minyak goreng kita targetkan untuk segmen rumah tangga. ‎Harga lebih terjangkau, Rp 2.500. Dia beli Rp 10 ribu dapat empat kemasan 200 gram," jelas dia.

 

2 dari 3 halaman

Izin BPOM

20160608-Gudang Bulog-Jakarta- Johan Tallo
Perbesar
Pekerja memanggul karung Beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6). Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,1 juta ton. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Iman menyatakan, kemungkinan yang akan diluncurkan terlebih dulu yaitu gula. Saat ini Bulog tengah mengurus izin edar produk ini di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Saya inginnya tahun ini keluar. Mungkin gula duluan. Ini lagi proses urus izin edar dari BPOM. Harganya sama Rp 2.500. Ini permintaan banyak di Jawa Tengah, Yogyakarta. Karena justru yang ukuran 1/4 kg ini yang ditunggu masyarakat," tandas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓