Benarkah Donald Trump Kaya Raya Berkat Warisan?

Oleh Tommy Kurnia pada 18 Sep 2018, 07:00 WIB
Diperbarui 20 Sep 2018, 06:13 WIB
Melania Trump

Liputan6.com, Washington D.C. - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump tampak tidak nyaman setelah disindir terkait Pemilu dan kekayaannya. Sindiran itu ditembak oleh CEO J.P. Morgan Chase Jamie Dimon.

Dimon, salah satu orang terkuat di sektor keuangan AS, mengklaim dia bisa mengalahkan Donald Trump dalam Pemilu. "Saya pikir saya bisa mengalahkan Trump, karena saya setangguh dia, saya lebih pintar dari dia. Saya akan baik-baik saja," ucapnya pada wawancara bersama CNBC.

Tidak selesai di situ, Dimon menyindir kekayaan Trump yang ia tuding sebagai "hadiah" dari bapaknya. Tak lama kemudian, Dimon mengklarifikasi dan menyesali ucapannya.

Tetapi Trump melancarkan serangan balik lewat Twitter. "Masalah dengan bankir Jamie Dimon mencalonkan diri sebagai Presiden adalah ia tidak memiliki kemampuan atau 'kepintaran' dan ia adalah pembicara publik yang payah & suka gugup - di luar dari itu ia luar biasa," tukas Trump.

Menurut pengakuan Trump, dia memang mendapat "pinjaman kecil" dari ayahnya untuk memulai bisnis, yakni USD 1 juta, atau setara USD 4,6 juta pada saat ini. Bila dirupiahkan, artinya Trump dapat pinjaman modal sebesar Rp 69,3 miliar (USD 1 = Rp 14.805).

Dari hasil "pinjaman kecil" itu, berapa kekayaan Trump sekarang? Tidak ada angka yang jelas akan hal itu, sebab Trump merahasiakan kekayaannya. Tetapi, menurut Forbes, Presiden AS itu memiliki kekayaan USD 3,1 miliar atau sekitar Rp 45,8 triliun.

Masih menurut Forbes, Donald Trump mendapat peringkat 5 dalam Self-Made Score, sebuah penilaian dari mana asal harta seseorang. Peringkat 5 berarti orang itu mendapat warisan kecil atau menengah, dan menjadikannya kekayaan 10 digit.

 

2 dari 2 halaman

Ekonomi AS Meroket, Donald Trump Ledek Obama

20170121- Pidato Donald Trump -AFP Photo
Barack Obama menyalami Donald Trump jelang penyampaian pidato pertama Trump sebagai Presiden AS di Capitol Hill, Washington DC, AS, Jumat (20/1). Dikabarkan, Trump sendiri yang menulis dan menyusun pidato pelantikannya. (AFP Photo)

Kontras dengan dugaan beberapa pengamat, ternyata ekonomi Amerika Serikat (AS) di era Presiden Donald Trump terbilang bagus. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,9 persen, pekerjaan di sektor manufaktur tumbuh, dan pertumbungan Produk Domestik Bruto (PDB) yang meningkat 4,2 persen pada kuartal II 2018.

Ekonomi AS yang konsisten membaik sejauh ini terus digemakan Trump. Dia pun meledek Barack Obama karena pernah melakukan sindiran sebelum dirinya menang menjadi presiden.

Pada sebuah video yang berasal dari tahun 2016 itu, Obama meledek niat Trump yang ingin mengembalikan pekerjaan ke AS.  "Ketika seseorang bilang dia akan membawa pekerjaan kembali. Bagaimana caranya? Apa yang akan kamu lakukan? Tak ada jawabannya," ucap Obama.

"Dia hanya bilang: saya akan membuat kesepakatan yang lebih baik. Bagaimana? Bagaimana tepatnya? Tongkat sihir apa yang kamu punya?"

Sindiran itu akhirnya dikembalikan oleh Trump lewat video yang ia sebar di akun resminya. Dalam video tersebut, suara musik komikal mengiringi Obama yang sedang berbicara. Tak lama kemudian adegan berganti menjadi Trump dan analis yang membacakan pertumbuhan ekonomi.

"Lebih dari 4 juta pekerjaan diciptakan sejak pemilu, upah melangkah tumbuh tercepat selama hampir satu dekade, lebih banyak orang AS yang bekerja ketimbang sebelumnya dalam catatan sejarah," pamer Trump.

Masih lewat akunnya, pada Senin (10/9/2018) kemarin, Trump turut menyindir Obama bahwa dirinya mungkin memang punya tongkat sihir. "Saya kira saya memiliki tongkat sihir, 4,2 persen, dan kita bisa melakukan lebih dari ini! Kita baru memulai," ucap Trump.

Lanjutkan Membaca ↓