Bulog Turunkan Harga Jual Beras buat Pengecer Jadi Rp 8.250 per Kg

Oleh Merdeka.com pada 14 Sep 2018, 13:00 WIB
Diperbarui 16 Sep 2018, 12:13 WIB
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas). (Yayu Agustini Rahayu/Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog akan menurunkan harga jual beras untuk pengecer. Hal tersebut bertujuan untuk menggenjot serapan beras Bulog yang saat ini masih rendah karena stok di gudang melimpah.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, saat ini harga beras Bulog yang dijual kepada pengecer adalah Rp 8.700 per kg. Sementara pedagang lain ada yang menjual beras dengan harga terendah Rp 8.250 per kg.

Buwas mengatakan, akhirnya pembeli lebih tertarik membeli beras yang lebih murah dibanding dengan beras Bulog. Oleh sebab itu, Bulog pun memutuskan untuk menurunkan harga jual beras mereka.

"Kami maksimal jual itu kan sekarang maksimal Rp 8.750 per kg. Kami akan turunkan kembali harga beras dari Bulog yang ecerannya kita drop kepada pengecer dengan pembelian pengecer itu Rp 8.250 per kg," kata Buwas saat ditemui di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

Dia menyatakan, dengan diturunkannya harga untuk pengecer diharapkan harga beras untuk end user--dalam hal ini masyarakat--bisa menjadi lebih terjangkau dari semula Rp 8.750 menjadi Rp 8.250 per kg dan maksimal Rp 8.500 per kg.

"Harapannya sampai ke tingkat pembeli maksimal Rp 8.500 per kg," ujarnya.

2 of 3

Stok Cukup

20160608-Gudang Bulog-Jakarta- Johan Tallo
Pekerja memanggul karung Beras milik Badan Urusan Logistik (Bulog) di Gudang Bulog kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6). Bulog memiliki stok beras sebanyak 2,1 juta ton. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Buwas mengimbau untuk seluruh pedagang beras agar mengambil stok dari Bulog.

Dia meyakinkan stok beras di kantor Bulog seluruh tanah air dalam kondisi mencukupi. Bahkan beras bisa dikirim langsung kepada pendagang yang memesan tanpa ada batasan maksimal pembelian.

"Saya berharap seluruh pengecer menghubungi Bulog di seluruh Indonesia, kan ada, barangnya ada. Kami yang akan ngedrop, tidak usah datang ke Bulog. Supaya hemat biaya, waktu, berapa banyak pun kami berikan." kata dia. 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓