Dirut Garuda Indonesia Bakal Diganti, Ini Kata Menteri Rini

Oleh Merdeka.com pada 12 Sep 2018, 15:36 WIB
(Foto: Humas Kementerian BUMN)

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu siang ini. Salah satu agenda dalam RUPSLB tersebut adalah pergantian direksi. Satu posisi yang diisukan bakal diganti adalah jabatan Direktur Utama yang diisi oleh Pahala Mansury.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno secara spesifik tidak membenarkan adanya kabar tersebut. Namun dia mengatakan, memang ada pergantian beberapa jabatan di BUMN yang disesuaikan dengan kebutuhan terkini perseroan.

"Ya ada putar-putaran. Di mana ekspertisnya masing-masing kita lihat yang satu lebih baik di sini yang satu lebih baik di tempat lain," ujar Menteri Rini saat ditemui di The Energy Building, Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Menteri Rini mengatakan, perputaran jabatan merupakan hal biasa dalam suatu perseroan. Penyesuaian kembali jabatan ini pun dengan melihat kinerja selama beberapa tahun belakangan.

"Biasa kalau sekarang putaran. Ada tempat tempat yang kita lihat kebutuhannya di daerah ini adalah untuk yang ekspertnya di sini, ini ada dasar itu. Tidak terlepas dari operasional yang kaya lihat selama satu tahun," jelasnya.

Menteri Rini menambahkan, pergantian jabatan di seluruh BUMN termasuk Garuda Indonesia juga dilakukan dengan melihat tantangan yang harus dihadapi perseroan ke depan. Tujuannya agar kinerja perseroan semakin meningkat.

"Kita lihat ke depan, challenge apa saja, kaya Garuda challengenya apa saja. Dan yang ada di Garuda itu sebenernya punya ekspertis yang kita butuhkan di mana. Jadi kita analisis secara total. Tujuannya pada akhirnya adalah gimana kita tingkatkan kinerja semua BUMN. Lebih erat antar dewan komisaris dan direksi," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 of 3

Agenda RUPSLB

Terminal Baru Ahmad Yani Semarang Mulai Beroperasi
Petugas membentangkan spanduk "Selamat Terbang" di landasan pacu terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu (6/6). Terminal ini sudah mulai beroperasi ditandai dengan maskapai penerbangan pertama SKYTEAM Garuda Indonesia. (Liputan6.com/Gholib)

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari ini. Adapun salah satu yang diagendakan terkait perubahan susunan manajemen.

Berdasarkan informasi, perubahan yang akan dilakukan adalah posisi Direktur Utama yang kini dijabat Pahala N Mansury. Benarkah itu?

"Memang salah satu agenda yang diajukan adalah perubahan direksi, tapi untuk kepastiannya kita tunggu saja nanti hasil RUPSLB," kata salah satu sumber Liputan6.com, Rabu (12/9/2018). 

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti ditulis Senin (10/9/2018), ada sejumlah agenda acara yang akan diputuskan dalam RUPSLB.

Pertama, laporan kinerja perseroan semester I 2018. Mata acara ini sehubungan dengan ada usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham seri A melalui Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor:S-476/MBU/07/2018 pada 19 Juli 2018 perihal penyelenggaraan RUPSLB.

Kedua, laporan perkembangan rencana transaksi penerbitan obligasi global dan pendanaan perseroan tahun 2018. Mata acara ini sehubungan dengan perkembangan rencana penerbitan obligasi global perseroan yang disetujui dalam RUPSLB 19 April 2018 serta terkait laporan rencana pendanaan perseroan pada 2018.

Ketiga, perubahan pengurus perseroan. Mata acara ini sehubungan dengan adanya usulan tambahan mata acara dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham seri A Dwiwarna perseroan melalui Surat Menteri BUMN Nomor:S-836/MBU/D5/08/2018 tanggal 13 Agustus 2018 perihal usulan tambahan mata acara RUPSLB.

3 of 3

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓